image

"Pemberian Penghargaan kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada Dua Insan PT Bukit Asam Tbk"
Sumber gambar: ptba.co.id

Dunia Tambang / 29 August 2022 / 0 Komentar

Bukit Asam Penghargaan Kehormatan Satyalancana Wira Karya Teknologi Digital Green Mining System

Dua Insan Bukit Asam Sabet Penghargaan Kehormatan Dari Presiden Jokowi

duniatambang.co.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dengan atas nama Presiden RI Joko Widodo, menganugerahkan penghargaan Satyalancana Wira Karya. Pemberian penghargaan ini sebagai bagian dari peringatan HUT RI ke-77, yang diberikan kepada pegawai di lingkungan Kementerian ESDM dan BUMN pada sektor energi, yang dinilai telah memberikan sumbangsih cemerlang.

Ada dua orang pegawai Grup MIND ID yang mendapatkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya tersebut. Keduanya adalah Slamet Widodo, VP Perawatan Alat Produksi dan Penunjang Tambang di PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan juga Amarudin, VP Pengelolaan Lingkungan dan Penunjang Tambang PT Bukit Asam.

Pemberian tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya itu diberikan kepada mereka yang dinilai telah berjasa besar terhadap bangsa dan negara, di bidang pertambangan dan bermanfaat bagi lingkungannya, serta bisa dijadikan sebagai panutan dan teladan bagi warga negara lainnya.

Slamet Widodo mendapatkan penghargaan tersebut karena prestasi yang dia torehkan dalam menghasilkan inovasi pemanfaatan teknologi digital di bidang pertambangan. Inovasi itu adalah dalam hal optimasi dan integrasi Coal Handling Facility (CHF) System, lewat penerapan teknologi industri 4.0 di Bukit Asam. Berkat penerapan teknologi tersebut, proses pengisian dan penimbangan batu bara ke gerbong kereta api, mampu dilaksanakan secara otomatis serta bisa dipantau melalui perangkat smartphone.

Dengan adanya teknologi tersebut, waktu dalam mengisi batu bara ke gerbong kereta menjadi jauh lebih cepat. Kapasitas output batu bara dari lokasi tambang sampai ke pelabuhan juga menjadi lebih besar.

Sementara Amarudin, dinilai telah berhasil dalam menerapkan Green Mining System. Inovasi tersebut menggunakan metode floating wetland sebagai upaya dalam mengendalikan air asam tambang. Dalam kegiatannya, Amarudin bekerja sama dengan jajaran Satuan Kerja Pengelolaan Lingkungan dan Penunjang Tambang (PLPT), dalam memanfaatkan tanaman akar wangi untuk mengolah air asam tambang menjadi lebih murni.

“Kami begitu bangga karena pencapaian kedua insan Bukit Asam ini. Ini adalah sebuah dedikasi yang patut untuk diteladani. Diharapkan, prestasi mereka ini bisa memberikan inspirasi pada insan Bukit Asam lainnya,” ungkap Direktur Utama Bukit Asam Arsal Ismail.

 

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar