image
Dunia Tambang / 2 August 2019 / 0 Komentar

diamond Rio Tinto Argyle Intan Berlian

Tambang Intan Rio Tinto Tutup Usia

duniatambang.co.id – Setelah hampir 40 tahun berproduksi, Tambang Argyle tutup usia. Rio Tinto merupakan salah satu perusahaan pertambangan terbesar di dunia menutup salah satu tambang intannya, Argyle, di Australia. Penutupan ini dikarenakan tingkat keekonomisan tambang yang sudah menurun sehingga tidak layak dan tidak sebanding untuk ditambang kembali.

Baca juga: Pembangunan IMIP: Selamat Datang Era Lithium!!

Dilansir dari riotinto.com, Argyle Diamond Mine merupakan tambang underground dan processing yang terletak di bagian timur Kimberly, Australia bagian Barat yang beroperasi semenjak tahun 1983. Tambang ini melakukan transisi dari open pit ke underground pit pada tahun 2013. Argyle Diamond Mine diprediksikan akan kehabisan tingkat keekonomisan sampai akhir tahun depan. Penutupan ini disambut baik oleh saingannya dari Kanada hingga Rusia untuk meningkatkan keuntungan mereka.

Argyle Diamond Mine terkenal akan berlian merah mudanya yang mencakupi 90% dari seluruh jumlahnya di dunia. Berlian “Pink star”, yang berasal dari tambang Argyledengan karat sebesar 56.9, pada tahun 2017 terlelang sebesar 71 Juta Dolar atau jika dirupiahkan sebesar 994.000.000.000 Rupiah atau terbilang sembilan ratus sembilan puluh empat milyar rupiah.

Dikarenakan penutupannya dipredikasikan harga “pink diamond” ini dapat naik. Pasalnya selama satu dekade silam ini saja, harga “pink diamond” naik sebesar empat kali lipat. Semakin jarang berlian “pink diamond”, nilai jual dapat berkali – kali lipat naiknya selama kurang dari satu dekade.

Penutupan Argyle memberikan dampak yang besar bagi pasar berlian dunia dan rio tinto sendiri. Kenaikan harga berlian tidak dapat dipungkiri dapat terjadi, tetapi di sisi lain dapat juga membuka jalan bagi tambang berlian lain untuk bersinar.

(FPL)

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar