image

"Pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia di Gresik"
Sumber gambar: ptfi.co.id

Dunia Tambang / 8 August 2022 / 0 Komentar

Smelter Smelter Emas Gresik PT Freeport Indonesia Pemurnian Emas 

Smelter Emas di Gresik Miliki Potensi Besar Bagi Perekonomian Nasional

duniatambang.co.id - Smelter yang saat ini sedang dalam proses pembangunan di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE, Gresik, Jawa Timur, diyakini akan memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, jika rampung nantinya. Hal ini diungkapkan oleh Pengamat Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi.

“Nilai tambah dari hasil produksi emas di fasilitas smelter itu mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia, baik di pusat maupun di daerah,” terang Fahmy.

Fahmy yang juga merupakan penulis dari buku Freeport Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi itu juga menjelaskan bahwa produksi emas yang jumlahnya sangat besar itu, merupakan buah dari keberhasilan pihak pemerintah yang mampu mengambil alih Freeport dari saham yang sebelumnya hanya minoritas sebesar 9,4%, menjadi saham mayoritas dengan memiliki porsi 51,2%.

“Melimpahnya produksi emas tersebut, adalah hasil dari divestasi 51%, yang salah satu syaratnya adalah adanya smelterisasi di dalam negeri,” tambahnya.

Fahmy menambahkan, PT Freeport Indonesia yang sebelumnya mengirimkan konsentrat ke luar negeri karena belum memiliki fasilitas pemurnian dan pengolahan sendiri. Dari kondisi tersebut Indonesia hampir tidak mendapatkan manfaat dari hasil produksi emas Freeport Indonesia, karena pemurnian terpaksa dilaksanakan menggunakan smelter milik negara lain.

Sementara itu di lain pihak, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Freeport Indonesia bisa memproduksi emas sebanyak 1 ton setiap minggunya, dari smelter yang sedang dibangun tersebut.

Dalam tahap awal, sudah masuk investasi sebesar $200 juta yang diyakini akan mampu mendongkrak produksi emas Freeport Indonesia di smelter tersebut sampai dengan 35 ton emas setiap tahunnya. Sehingga dengan produksi emas yang sangat besar itu, diharapkan Indonesia bisa membentuk bullion bank sendiri, yang bisa menerima transaksi emas di samping mata uang pada umumnya.

“Dengan bullion bank ini tidak perlu dikirim lagi ke Singapura, karena kebanyakan saat ini dikirimkan ke Singapura. Lalu dari sana masuk lagi ke Indonesia. Jadi hampir seluruh industri perhiasan itu punya cost hanya tolling fee,” terang Airlangga.

Fasilitas pemurnian dan pengolahan di Gresik itu memiliki nilai proyek mencapai Rp42 triliun, dan akan mengolah sebanyak 1,7 juta ton konsentrat tembaga setiap tahunnya, kemudian memproduksi sebanyak 600 ribu ton katoda tembaga termasuk juga 35 ton emas tiap tahunnya.


Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar