Detail Berita


Kejutan di Akhir 2019, Freeport Beralih ke Tambang Bawah Tanah



duniatambang.co.id – Mulai menipisnya cadangan mineral PT Freeport Indonesia, kegiatan operasional tambang terbuka (open pit) di Grasberg akan ditutup akhir tahun 2019. Kemudian PT Freeport Indonesia akan melanjutkan penambangan dengan metode tambang bawah tanah (underground mining).

Baca juga: Fantastis, Gaji dan Fasilitas Freeport Bikin Pekerja Betah

Saat ini, PT Freeport Indonesia dalam masa transisi untuk mengembangkan metode penambangan bawah tanah. PT Freeport Indonesia yang sudah diakuisisi oleh PT Inalum ini akan memiliki empat tambang bawah tanah. Adapun tambang bawah tanah tersebut terdiri dari Deep Mill Level Zone (DMLZ), Grasberg Block Cave, Big Gossan, dan Deep Ore Zone (DOZ).

Total panjang terowongan bawah tanah Freeport 700 km. Jika terowongan telah selesai tahap penyambungan akan mencapai 1000 km. Tambang bawah tanah milik PT Freeport Indonesia ini akan menjadi tambang bawah tanah terbesar di dunia.

Selama masa transisi dalam pengembangan metode tambang bawah tanah, tentu akan berpengaruh terhadap penurunan jumlah produksi. Penurunan produksi PT Freeport Indonesia diperkirakan menurun 40-50% dari kondisi normal.

Selain dalam tahap pengembangan tambang bawah tanah, PT Freeport Indonesia juga tengah membangun smelter di Gresik, Jawa Timur yang dikerjakan secara bertahap.

Baca juga: Freeport Mulai Membangun Smelter di Gresik 2020

 

(MS)