image

"Ilustrasi uang koin"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 24 May 2022 / 0 Komentar

Mineral Batubara 

Harga Komoditas Naik, Perusahaan Tambang Ramai-Ramai Catatkan Laba Bersih

duniatambang.co.id - Sejumlah emiten pertambangan mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal pertama tahun 2022. Mereka menerbitkan laporan keuangan yang menunjukkan adanya peningkatan laba bersih dan juga pendapatan.

Yang terbaru adalah PT Timah Tbk (TINS) yang mencatatkan pendapatan sampai dengan Rp4,4 triliun, di mana jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 80% secara tahunan, untuk periode kuartal pertama tahun 2022. Kemudian, untuk laba bersih perusahaan juga naik ke angka Rp601 miliar, atau melesat sebesar 5.713% apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2021, yang hanya berada di angka Rp10 miliar.

Selanjutnya PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang mampu mengubah kinerja keuangan mereka, dari yang sebelumnya mengalami kerugian hingga membukukan laba bersih. Seperti yang diketahui, Merdeka Copper Gold pada tahun 2021 mengalami kerugian sebesar $4,98 juta dan kuartal pertama tahun ini mendapatkan laba bersih sebesar $69,65 juta.

Bangkitnya Merdeka Copper Gold dari kerugian, ditunjang oleh naiknya pendapatan. Pendapatan mereka naik sebesar 164,44%, dari yang sebelumnya hanya mencatatkan pendapatan sebesar $46,54 juta pada kuartal pertama tahun lalu, menjadi sebesar $123,08 juta untuk periode tahun ini.

Begitu juga dengan PT Vale Indonesia (INCO) yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih cukup kuat sampai dengan 100,77%, berada di angka $67,6 juta dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar $33,69 juta. Pendapatan perusahaan juga naik sebesar 13,81%, menjadi $235,1 juta.

Harga jual rata-rata menjadi faktor meningkatnya kinerja perusahaan tambang tersebut. Sebut saja Vale Indonesia yang mencatatkan kenaikan harga jual rata-rata untuk pengiriman nikel dalam matte sebesar $17.432 per ton, dibandingkan dengan tahun lalu sebesar $15.372 per ton.

Timah Indonesia juga mengalami hal yang sama, di mana harga jual rata-rata mereka naik dari yang sebelumnya $24.992 per metrik ton pada kuartal pertama tahun 2021, menjadi $43.946 per metrik ton untuk periode yang sama tahun ini.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar