image

"PT Vale Inoonesia Tbk"
Sumber gambar: asiatoday.id

Dunia Tambang / 7 January 2022 / 0 Komentar

International Vale 

Sepak Terjang Vale, Perusahaan Tambang Raksasa Dunia

duniatambang.co.id - Vale SA merupakan perusahaan multinasional asal Brasil yang masuk dalam daftar Fortune Global 500 pada tahun 2020 lalu, karena pendapatannya yang sangat besar. Perusahaan ini bergerak di bidang operator logistik dalam industri logam dan pertambangan. Pada tahun 2020 itu, pendapatan Vale mencapai $37,57 miliar dalam setahun, di mana pertumbuhannya mencapai 2,4%.

Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1940-an itu telah mengumpulkan sekitar $9171 miliar dalam bentuk aset. Saat didirikan oleh pemerintah federal Brasil tepatnya pada tanggal 1 Juni 1942, namanya adalah Companhia Vale do Rio Doce.

Kemudian pada tahun 1950-an, Vale mulai masuk ke industri bijih besi global, setelah mereka melakukan modernisasi atas kompleks tambang, pelabuhan hingga kereta api, yang diikuti dengan meningkatnya harga bijih besi pada saat itu. Awalnya, mereka menjual produk ke pasar Amerika Serikat, dan kini telah semakin meningkatkan keberadaannya di pasar Eropa.

Salah satu pelabuhan terpenting milik Vale adalah Pelabuhan Tubaro di Espirito Santo, dibangun pada tahun 1966. Sampai saat ini pelabuhan itu terus beroperasi untuk mengirimkan bijih besi hasil penambangan dari tambang Iron Quadrangle di Minas Gerais.

Pertumbuhan pesat Vale tidak lepas dari upaya perusahaan untuk melakukan akuisisi terhadap perusahaan lain. Akuisisi tambang Carajas oleh perusahaan pada tahun 1970 menjadikan Vale sebagai pengekspor bijih besi terbesar di dunia, yang terus dipertahankan sampai sekarang.

Strategi lain yang diambil oleh Vale adalah dengan melakukan diversifikasi usaha, di mana pada tahun 1982 setelah memproduksi aluminium di fasilitas Rio de Janeiro, mereka mulai mewujudkan rencana diversifikasi tersebut. Strategi tersebut rupanya cukup berhasil, yang berdampak langsung pada keuntungan perusahaan yang meroket sejak saat itu.

Vale lalu mulai mengembangkan tambang Carajas, setelah mereka merampungkan pembangunan jalur kereta api Carajas. Satu tahun kemudian, mereka meresmikan terminal pelabuhan Ponta Madeira untuk mengekspor bijih besi.

Kebijakan non-populis diambil Vale pada tahun 1990-an, dengan menjual sebanyak 41,73% saham yang dimiliki pemerintah Brasil, yang kemudian disusul oleh gelombang protes dari masyarakat. Meski mendapatkan tentangan, Vale terus melanjutkan transaksi dan berhasil mengantongi dana sebesar $3,13 miliar dari transaksi penjualan saham itu.

Strategi akuisisi kembali gencar dilakukan perusahaan pada tahun 2000-an, dan sepanjang dekade tersebut mereka sukses mengakuisisi sebanyak enam perusahaan. Mayoritas perusahaan yang diakuisisi adalah perusahaan bijih besi.

Kini Vale dianggap sebagai perusahaan asal Amerika Latin paling berharga, atau Most Valuable Company dengan nilai pasar yang dimiliki diperkirakan mencapai $111 miliar di tahun 2021.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar