image

"Ilustrasi logam tanah jarang"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 28 December 2021 / 0 Komentar

International Mineral 

Cina Paparkan Dua Rencana Jaga Dominasi di Sektor Logam Tanah Jarang

duniatambang.co.id - Pemerintah Cina tengah berupaya untuk bisa meningkatkan produksi logam tanah jarang atau Rare Earth Element, sekaligus menjadi negara yang dominan dalam industri tersebut. Langkah yang diambil pemerintah Cina itu adalah dengan mempertimbangkan untuk melepas hak konsesi eksplorasi dan penambangan logam tanah jarang.

Dijelaskan lebih lanjut oleh pejabat di Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Cina, Chang Guowu, adalah tambang Bayan Obo di kawasan Mongolia Dalam yang akan diperkuat kegiatan eksplorasi logam tanah jarangnya. Itu termasuk sumber daya golongan sedang dan berat.

Cina saat ini memang menjadi produsen terbesar untuk logam tanah jarang di dunia. Namun pihaknya mengatakan bahwa Cina juga masih kekurangan dalam pengembangan hijau dan produksi barang elektronik berteknologi tinggi yang memanfaatkan keberadaan logam tanah jarang. Pemerintah Cina juga berharap kepada industri untuk bisa menjaga harga komoditas tersebut dalam rentang yang wajar. Untuk tahun ini, pemerintah Cina juga telah menambah kuota untuk kegiatan penambangan logam tanah jarang sampai ke titik tertingginya di angka 168 ribu ton.

Tak hanya itu, guna tetap menjadi produsen logam tanah jarang terbesar dunia, Cina juga memiliki rencana untuk membentuk sebuah perusahaan holding nantinya akan dinamai China Rare Earth Group.

Perusahaan tersebut nantinya akan melebur sejumlah perusahaan milik negara yang selama ini bergerak dalam sektor logam strategis. Di antaranya seperti China Minmetals, Aluminium Corp. of China , dan Ganzhou Rare Earth Group.

Perusahaan tersebut dibentuk sedemikian rupa dengan tujuan utamanya memperkuat posisi Cina dalam mengatur harga dan menghindari konflik di antara perusahaan lokal. Selain itu juga untuk memanfaatkan pengaruh yang dimiliki selama ini guna melemahkan upaya dari perusahaan-perusahaan tambang Barat dalam sektor tersebut.

Pihak Amerika Serikat sendiri sebelumnya mengeluarkan laporan bahwa Cina telah menguasai 55% dari kegiatan penambangan Rare Earth dunia, dan juga menguasai 85% dari kegiatan pemurnian mineral tersebut.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar