Detail Berita


Harga Batubara Anjlok, 34 Perusahaan Batubara Nekat Ajukan Tambahan Kuota Produksi



Tanggal terbit: 28-07-2019

duniatambang.co.id - Juli merupakan bulan kelam yang mencatat harga emas hitam menyusut selama beberapa bulan terakhir. Sementara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendata 34 perusahaan batubara ingin menambah kuota produksi. Puluhan perusahaan tersebut mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) berharap agar kuota produksi batubara ditambah.

Baca juga: Lagi, Harga Batubara Acuan (HBA) Juli Menyusut Parah

RKAB yang diajukan oleh perusahaan batubara tersebut akan di evaluasi oleh pemerintah yang berwenang berdasarkan pemberian IUP sebelumnya. Setelah dievaluasi, kuota produksi masing-masing perusahaan akan ditetapkan oleh Kementerian ESDM.

Kementerian ESDM dalam memberikan persetujuan RKAB tersebut mempertimbangkan pemenuhan pasokan batubara dalam negeri. Pemerintah akan melihat perkembangan Domestic Market Obligation (DMO) sepanjang semester I.

Kebijakan DMO batubara Indonesia diterapkan sejak tahun 2009 melalui Keputusan Menteri ESDM No. 34 tahun 2009 tentang Pengutamaan Pemasokan Kebutuhan Mineral dan Batubara untuk Kepentingan Dalam Negeri. Menurut Laporan Kemenperin PPN/Bappenas, secara historis selama 2010-2015, target DMO batubara belum pernah mencapai target.

Baca juga: Laporan Akhir Ketercapaian Target DMO Batubara Sebesar 60% Produksi Nasional Pada Tahun 2019

Target produksi batubara ditetapkan menurun tiap tahunnya. Pada tahun 2015 target produksi batubara sebesar 425 juta ton, pada 2016 sebesar 419 juta ton, pada 2017 sebesar 413 juta ton, dan menurun kembali pada 2018 sebesar 406 juta ton pada 2018. Kemudian, pada tahun 2019 ditetapkan sebesar 400 juta ton.

Selain mempertimbangkan DMO, kondisi pasar saat ini terutama mengenai harga dan pasokan batubara sangat berpengaruh signifikan dalam menentukan kuota produksi. Kementerian ESDM belum dapat memastikan dapat menyetujui semua pengajuan revisi RKAB bergantung pada faktor-faktor yang telah dipertimbangkan.

 

(MS)

Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !