Detail Berita


Jatuh Tempo 2020, PT Arutmin Indonesia Belum Ajukan Perpanjangan Operasi



duniatambang.co.idMenjelang 2025 mendatang terdapat 7 pemegang PKP2B generasi yang akan jatuh tempo. Akibat tidak jadi diperpanjang menjadi IUPK, PT Tanito Harum kini menghentikan aktivitas operasi. Bahkan, disebut-sebut telah melakukan PHK ratusan karyawan. Tahun depan, PT Arutmin Indonesia yang akan menuju akhir PKP2B. Nasib Arutmin akankah berujung seperti Tanito Harum atau dapat tersenyum lebar karena mendapatkan izin perpanjangan operasi.

Baca juga: Merana!!! IUPK Batal Diperpanjang, PT Tanito Harum Berujung PHK Karyawan

Ditjen Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengaku, belum ada pemegang PKP2B pada generasi pertama yang mengajukan lagi perpanjangan izin operasional. Meski berakhir tahun depan, PT Arutmin Indonesia belum mengajukan perpanjangan kepada Kementerian ESDM mengingat revisi ke-6 PP Nomor 23 Tahun 2010 belum tampak akan diresmikan. Ditambah lagi, dengan adanya revisi Undang-Undang Minerba yang membuat pemegang PKP2B menunggu hasil penetapan revisi tersebut.

Baca juga: Revisi UU Minerba Alot, Pengusaha Tambang Dibuat Makin Gelisah

PT Arutmin Indonesia (Arutmin) merupakan salah satu perusahaan batubara ternama yang beroperasi berdasarkan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dengan pemerintah di area konsesi seluas total 57.107 hektar. Pasokan batubara Arutmin didistibusikan untuk industri pembangkit listrik dalam negeri maupun luar negeri.

Lokasi operasi PT Arutmin Indonesia ditetapkan sebagai salah Objek Vital Nasional (Obvitnas). Daerah operasi Arutmin terletak di Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Tanah Laut, dan Kota Baru yang ketiganya berlokasi di Kalimantan Selatan.

Saat ini Arutmin aktif mengelola lima lokasi tambang yaitu Tambang Satui, Tambang Senakin, Tambang Asam Asam, Tambang Kintap, Tambang Batulicin, serta satu Terminal Batubara North Pulau Laut Coal Terminal (NPLCT).

 

(MS)