image

"Kereta Api"
Sumber gambar: esdm.go.id

Dunia Tambang / 14 December 2021 / 0 Komentar

Energi Listrik PTBA INKA 

PTBA dan INKA Siap Kembangkan Kendaraan Tambang Listrik

duniatambang.co.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Industri Kereta Api (Persero)/INKA bersiap untuk menjalankan komitmen menuju Net Zero Emission pada 2060 yang sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam meminta pengampuh industri untuk mengurangi emisi karbon.

Kedua perusahaan Badan Usaha MIlik Negara (BUMN) itu menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan kendaraan tambang berbasis listrik. Pengembangan kendaraan bebas emisi karbon ini tentunya juga sangat berdampak positif dalam realisasi komitmen Paris Agreement.

"Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia menuju net zero emission pada 2060, perusahaan BUMN memiliki peluang berkontribusi optimal mewujudkan komitmen tersebut salah satunya dengan mengarahkan kendaraan operasional pertambangan untuk beralih ke listrik. Ini peluang bagi kita untuk mengembangkan, daripada harus beli atau impor. Jadi semaksimal mungkin bisa kurangi impor," jelas Direktur Utama PTBA, Suryo Eko Hadianto pada Selasa (07/12/2021).

Adapun setelah penandatanganan kerja sama tersebut, pihak PTBA dan INKA akan membentuk tim dan penyusunan kajian bersama perihal pengembangan kendaraan tambang berbasis listrik ramah lingkungan. Harapannya pada akhir tahun 2022, tim tersebut sudah dapat menghasilkan prototype yang bisa langsung dikembangkan, sehingga dapat segera direalisasikan untuk wilayah kerja pertambangan.

Sebelumnya, PTBA juga sudah melakukan beberapa upaya terkait pengurangan emisi karbon, seperti mengubah alat pertambangan berbahan bakar minyak menjadi berbahan bakar listrik lewat program Eco-Mechanized Mining (e-MM), melakukan reforestasi pada lahan bekas tambang, dengan menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakukan studi terkait tanaman yang mampu mereduksi emisi karbon di udara dan mengganti bahan perusak ozon (BPO) seperti penggunaan refrigerant AC yang ramah lingkungan dan penggantian BPO-Halon 1211 pada Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Selain itu, Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Pribadi, dalam kesempatannya menjelaskan bahwa pemerintah juga tengah menerapkan lima prinsi utama, dari mulai peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan, pengurangan energi fosil, kendaraan listrik di sektor transportasi, peningkatan pemanfaatan listrik pada rumah tangga dan industri, serta pemanfaatan Carbon Capture and Storage (CCS).

 

Penulis: Yuniar Novianti

Editor: Mayang Sari

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar