image

"PT Aneka Tambang Tbk"
Sumber gambar: netralnews.com

Dunia Tambang / 9 December 2021 / 0 Komentar

Nikel 

Antam Butuh 34 Juta Ton Bijih Nikel untuk Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

duniatambang.co.id - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali menegaskan bahwa perusahaannya akan terus berkomitmen dalam memberikan dukungan kepada pemerintah untuk membangun industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi kegiatan ekspor hasil tambang mentah dan meningkatkan nilai tambah atas komoditas tambang.

Aneka Tambang mengatakan bahwa saat ini sudah ada dua perusahaan yang menjadi calon mitra paling kuat dalam mengerjakan dan mengembangkan proyek baterai kendaraan listrik. Dua perusahaan itu adalah LG dan CBL, yakni konsorsium perusahaan asal Cina, China Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL), Bruno dan juga Lygend.

Adapun tahap kerja sama yang dilakukan bersama LG sudah mencapai tahap penandatanganan Head of Agreement (HoA). Merujuk pada proposal yang telah disepakati tersebut, diperkirakan pasokan bijih nikel mencapai 16 juta ton setiap tahunnya yang nantinya akan diolah menjadi bahan baku baterai.

Meski demikian, proposal yang diajukan LG adalah untuk menghasilkan kapasitas sel baterai kendaraan listrik 30 GW per tahun. Jumlah ini dinilai masih lebih rendah dari permintaan pemerintah yang kebutuhannya mencapai 50 GW per tahun.

Sementara itu untuk calon mitra kedua, yakni CBL, proposal yang diajukan sedikit lebih besar dari yang diminta pemerintah. Diperkirakan untuk satu tahunnya proyek yang dikembangkan bersama CBL itu akan membutuhkan bijih nikel mencapai 18 juta ton. Target produksi yang dicanangkan untuk proyek ini adalah sebesar 360 ton nikel sulfat dan juga sel baterai kendaraan listrik sebesar 50 GW. Dijelaskan oleh Aneka Tambang bahwa prosesnya saat ini sedang berada dalam tahap detail pra studi kelayakan atau Feasibility Study.

Pihak Aneka Tambang memaparkan bahwa mereka terus berfokus untuk mencapai tahapan yang telah dicanangkan, sehingga setidaknya pada lima tahun mendatang setelah pabrik rampung dibangun, 70% dari kebutuhan baterai kendaraan listrik akan bisa terpenuhi.

 

Penulis: Edo Fernado

Editor: Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar