Detail Berita


Antam Ingin Segera Garap Blok Matarape dan Bahodopi Utara, Tapi Terhalang Izin



Tanggal terbit: 26-07-2019

duniatambang.co.id - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) telah memenangkan Blok Matarape dan Bahodopi Utara. Kendati demikian, Antam belum bisa menggarap kedua blok tersebut lantaran terhalang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi terhadap dua blok tambang tersebut.

Antam menunggu kebijakan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memulai eksplorasi. Dua blok tambang tersebut adalah blok tambang nikel hasil penciutan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Baca juga: Lelang Blok Tambang Bermasalah Tumpang Tindih Luas Wilayah

Sebelumnya, Antam telah membayar biaya Kompensasi Data Informasi (KDI) sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kepmen ESDM Nomor 1805.K/30/MEM/2018 menyebutkan Blok Matarape memiliki luas 1.681 hektare dengan harga KDI sebesar Rp. 184,05 miliar. Sedangakan, Blok Bahodopi Utara memiliki luas 1.896 ha dengan nilai KDI Rp. 184,8 miliar. Harga yang cukup tinggi yang dibayarkan oleh Antam, namun sayang masih harus menunggu hingga waktu belum dapat dipastikan.

Ombudsman menemukan adanya praktik maladministrasi oleh Kementerian ESDM sehingga IUP Ekplorasi Antam masih ditangguhkan. Kementerian ESDM akan segera mengadakan pertemuan dengan pihak Ombudsman agar menghasilkan kesepakatan sehingga IUP Eksplorasi kedua blok tersebut dapat segera diterbitkan. Ombudsman juga akan segera menyelesaikan investigasi terhadap dugaan maladministrasi pada proses lelang kedua blok tambang tersebut.

Ditjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono, juga mengatakan  pihaknya belum mengeluarkan IUP eksplorasi kepada Antam karena menunggu tindak lanjut dari Ombudsman. Jika persoalan mengenai praktik maladministrasi selesai, makai zin eksplorasi Antam terhadap Blok Matarape dan Blok Bahodopi Utara dapat diterbitkan.

 

(MS)

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !