image

"Ilustrasi pengisian daya mobil listrik"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 26 November 2021 / 0 Komentar

Teknologi Mobil Listrik 

Ambisi Jadi Pemain Global, Industri Baterai Kendaraan Listrik Butuh Dana 217 Triliun

duniatambang.co.id - Indonesia memiliki ambisi untuk terjun dalam industri baterai kendaraan listrik dan bahkan menjadi salah satu pemain utama global di masa mendatang. Ambisi tersebut tidak main-main, karena pemerintah telah menargetkan untuk bisa menguasai pasar baterai kendaraan listrik untuk wilayah Asia Tenggara pada tahun 2026, dan untuk jangka panjangnya ditingkatkan hingga skala global.

Untuk mewujudkan target yang ambisius tersebut, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah membentuk sebuah holding perusahaan BUMN Indonesia Battery Corporation atau IBC. Misi yang akan dilaksanakan sebagai tahap awal adalah dengan membangun industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi mulai dari sisi hulu sampai dengan hilir.

Indonesia Battery Corporation memprediksi bahwa besaran nilai investasi yang diperlukan dalam membangun industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi tersebut bisa mencapai Rp217 triliun. Ini adalah investasi end to end.

Dari penjelasan pihak Indonesia Batter Corporation, investasi sebesar itu mencakup pembangunan pertambangan nikel, baik itu nikel dengan kadar rendah dan tinggi, yang diprediksi membutuhkan dana sekitar $160 juta. Kemudian pembangunan smelter Rotary Kiln Electric Furnace atau RKEF yang membutuhkan dana sekitar $1,38 miliar dan kemudian pembangunan High Pressure Acid Leaching (HPAL) sekitar $1,3 miliar.

Sementara itu, untuk pembangunan pabrik battery chemical membutuhkan dana sekitar $4,62 miliar yang terdiri dari precursor dan cathode. Kemudian pabrik sel baterai sekitar $6,73 miliar, recycling-nya sebesar $30 juta dan kemudian Energy Storage System (ESS) sekitar $40 juta.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihaknya nantinya bakal melakukan kegiatan kerjasama dengan pihak lain, utamanya adalah dengan pemilik teknologi yang memiliki pasar dan juga modal yang mencukupi.

Selain masalah dana, ambisi tersebut juga membutuhkan waktu serta regulasi yang mendukung. Jika hal ini bisa didapatkan yakni dengan membangun rantai pasokan dari hulu ke hilir sampai dengan 140GWh, maka bukanlah hal yang mustahil bahwa nantinya industri baterai kendaraan listrik Indonesia bisa menjadi pemain yang mendominasi pasar global.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Umar RP.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar