image

"tambang nikel"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 22 November 2021 / 0 Komentar

Mineral Nikel 

Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Nikel Laterit

duniatambang.co.id - Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi proses laterisasi batuan ultramafik yang akan membentuk sifat yang berbeda-beda, bergantung dari zona dan komposisi kimia serta mineral. Beberapa faktor tersebut antara lain seperti:

Iklim

Iklim tropis dan sub-tropis adalah yang paling cocok dalam pembentukan endapan. Pasalnya, wilayah dengan iklim tersebut memiliki curah hujan dan sinar matahari terbaik, yang sangat berperan penting dalam proses pelapukan. Batuan akan mudah terpecah karena curah hujan tinggi dan sinar matahari, utamanya batuan yang ada di permukaan bumi. Proses ini biasa juga disebut dengan pelapukan mekanis.

Lebih lanjut, curah hujan tinggi menghasilkan air dalam jumlah besar yang akan mengalir di dalam tanah, untuk kemudian melarutkan dan memindahkan komponen yang bisa dilarutkan. Kemudian suhu tanah yang tinggi dari sinar matahari, akan meningkatkan energi kinetik dalam proses pelapukan tersebut.

Topografi

Bentuk relief permukaan berdampak pada aliran serta sirkulasi air dan agen lainnya. Relief yang terbaik dalam hal ini adalah daerah bukit yang landai dengan kemiringan antara 10 sampai 30 derajat. Air akan dengan deras mengalir pada daerah yang terlalu curam, dan sangat sedikit yang terserap ke dalam tanah, yang membuat pelapukan tidak maksimal.

Berbeda dengan daerah yang landai, di mana air akan mengalir perlahan dan mampu meresap lebih banyak dan dalam ke dalam tanah, sehingga proses pelapukan bisa maksimal. Oleh karena itu, endapan dengan jumlah besar biasanya ada di daerah dengan tingkat kelandaian sedang.

Jenis Batuan Asal

Batuan asal juga berpengaruh, di mana yang terbaik adalah jenis batuan yang memiliki kadar Ni antara 0,2 sampai 0,3%. Sebab, batuan asal dengan kadar itu memiliki mineral yang mudah mengalami pelapukan, karena banyak mengandung komponen mudah larut, dan menjadi daerah dengan pengendapan nikel yang baik. Selain itu juga menentukan penyusunan ulang mineral baru.

Struktur Geologi

Pembentukan endapan laterit akan maksimal di daerah dengan struktur geologi banyak rekahan atau patahan. Banyaknya patahan ini bisa mempermudah air masuk ke dalam tanah, sehingga proses pelapukan terhadap batuan induk bisa cepat prosesnya. Rekahan juga diyakini menjadi tempat pengendapan larutan yang mengandung Ni sebagai vein-nya.

Sebagai informasi, daerah dengan batuan beku akan sulit ditembus air yang hendak meresap ke dalam tanah, sehingga adanya patahan ini akan mempermudah air untuk masuk dan membantu proses pelapukan.

Reagen Kimia dan Vegetasi

Air tanah dengan kandungan CO2 menjadi agen kimia dengan peranan penting pada proses pelapukan. Sisa pembusukan tumbuhan yang kemudian menghasilkan asam organik mampu menyebabkan terjadinya dekomposisi pada batuan, mengubah pH larutan, dan bisa membantu proses pelarutan unsur batuan induk.

Untuk asam organik, bergantung pada jumlah vegetasi dalam suatu daerah, sehingga kerap ditemukan pada daerah dengan hutan yang lebat dan lingkungan yang mendukung, kandungan endapan nikel yang lebih tebal dan kadar lebih tinggi. Vegetasi juga memiliki fungsi dalam menjaga hasil pelapukan dari erosi.

Waktu

Proses pelapukan, perpindahan unsur dan komponen, serta konsentrasi endapan juga membutuhkan waktu. Butuh ribuan sampai jutaan tahun dalam pembentukan endapan nikel laterit. Apabila waktu pelapukan terlalu cepat, maka jumlah endapannya sangat sedikit, sementara waktunya lama menyebabkan pelapukan menjadi lebih intensif, karena akumulasi unsur nikel yang tinggi.


Penulis: Edo Fernando

Editor: Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar