image

"Pertambangan nikel"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 18 November 2021 / 0 Komentar

Teknologi Nikel 

Teknologi DNi Altilium Ekstraksi Nikel Pertama di Indonesia

duniatambang.co.id - Perusahaan asal Inggris Altilium Group dan PT Indo Mineral Research, yang merupakan anggota dari Sebuku Group, yakni salah satu grup tambang terbesar di Indonesia, baru-baru ini telah menandatangani perjanjian kerjasama keuangan, teknik dan sumber daya logistik, untuk mempercepat adopsi metode DNi Process di Indonesia.

Teknologi DNi Altilium ini memungkinkan ekstraksi nikel dari bijih yang memiliki kandungan nikel sangat rendah sekalipun. Teknologi ini akan mengolah seluruh profil bijih laterit, seperti limonit, saprolit, dan zona transisi, dalam sebuah proses yang dilakukan secara berkesinambungan dan menggunakan asam nitrat untuk melarutkan logam-logam tersebut ke dalam larutan. Nikel dan kobalt akan dikirimkan dalam bentuk endapan hidroksida campuran (MHP), yang merupakan bahan yang disukai oleh perusahaan baterai untuk memurnikan ke logam baterai.

Menurut Altilium, proses ini juga akan memungkinkan daur ulang hingga 99% dari asam nitrat yang digunakan untuk mengekstrak logam dan ini tidak menghasilkan tailing, tetapi justru menghasilkan residu yang kaya nitrogen yang bisa digunakan untuk melakukan reboisasi, penumbuhan kembali tanaman lokal.

Karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan nikel paling besar di dunia, Altilium melaporkan bahwa beberapa pihak saat ini telah menunjukkan minatnya untuk membangun pabrik pemrosesan DNi. Pihaknya bahkan mengatakan, pabrik yang pertama kemungkinan akan mengirimkan setidaknya 20 ribu ton nikel dalam endapan hidroksida campuran setiap tahunnya. Jumlah tersebut, akan bisa menghasilkan nikel dan kobalt yang setara dengan sekitar 500 ribu baterai lithium-ion.

Teknologi DNi ini sendiri telah diuji coba di Australia dengan sebuah pabrik percontohan yang didirikan di salah satu fasilitas Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization di Perth. Setelah pengujian, Queensland Pacific Metal pun akan mulai membangun pabrik yang sama, yang pembangunannya akan dimulai tahun depan dan diharapkan bisa menghasilkan 16 ribu ton nikel.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar