image

"Nickel Ore"
Sumber gambar: shutterstock.com

Dunia Tambang / 17 November 2021 / 0 Komentar

Mineral Nikel 

Memahami Nikel Laterit dan Proses Pembentukannya

duniatambang.co.id - Endapan bijih nikel laterit adalah termasuk mineral permukaan, yang berasal dari hasil proses pelapukan batuan ultrabasa. Mengenai penggunaan istilah ‘Laterit’ diketahui mengambil dari kata Later yang berasal dari bahasa latin yang memiliki arti batu bata berwarna merah. Istilah tersebut pertama kali digunakan oleh M. F. Buchanan di tahun 1807. Saat itu endapan nikel laterit kerap digunakan untuk bahan bagunan di sejumlah wilayah di India Selatan.

nikel laterit ini memiliki sifat yang unik di mana sangat rapuh sehingga memudahkan dalam proses pemotongan, namun akan menjadi sangat keras dan kuat apabila lama terpapar udara luar.

Kemudian di tahun 1992 ditetapkan bahwa laterit adalah termasuk golongan regolith atau dalam pengertian lain tubuh batuan yang memiliki kandungan Fe yang jumlahnya sangat tinggi dan sebelumnya telah mengalami pelapukan.

Sebagian besar endapan tersebut memiliki kandungan logam yang jumlahnya sangat tinggi dan memiliki nilai ekonomis yang besar. Contohnya dalam hal ini seperti endapan besi, nikel, mangan dan juga bauksit.

Saat ini keberadaan endapan nikel laterit di seluruh dunia jumlahnya adalah 73% dari total cadangan nikel yang diketahui. Diyakini, ini akan menjadi sumber daya masa depan dalam pertambangan nikel.

Proses Pembentukan

Proses bagaimana nikel laterit bisa terbentuk diketahui dari melapuknya batuan ultrabasa, yakni batuan harzburgit yang mengandung banyak sekali olivin, magnesium, besi, piroksen dan silikat, yang pada umumnya mengandung 0,30% nikel. Mineral-mineral itu memang memiliki sifat yang tidak stabil dan sangat mudah sekali mengalami pelapukan. Dan proses pelapukan itu sendiri dimulai di batuan ultramafik.

Lalu proses laterisasinya terjadi pada mineral yang mudah larut di lingkungan yang bersifat lembab, hangat dan asam yang kemudian membentuk konsentrasi endapan hasil proses pengayaan unsur Fe, Cr, Al, Ni, dan Co.

Di alam, air permukaan yang memiliki kandungan CO2 yang berasal dari atmosfer bumi, terkayakan kembali oleh sejumlah material organik yang kemudian meresap ke dalam tanah yang sampai di zona pelindian. Dalam tahap ini, fluktuasi air tanah pun terjadi. Hasil dari fluktuasi tersebut memunculkan air tanah yang kaya akan CO2, dan terjadi kontak dengan zona saprolit yang masih memiliki kandungan batuan asal dan melarutkan mineral yang tidak stabil yang terbawa sebelumnya, yakni olivin dan piroksen.

Ni, Mg, dan Si selanjutnya akan mengalami pelarutan dan terbawa aliran air tanah dan akan menghasilkan beberapa mineral baru ketika mengalami proses pengendapan selanjutnya. Endapan besi yang bersenyawa dengan oksida, akan menumpuk di dekat permukaan tanah. Sementara endapan magnesium, nikel dan juga silika akan tertinggal di dalam larutan dan terus meresap selama ada air yang masuk. Serangkaian proses inilah yang kemudian disebut dengan pelapukan atau leaching.

Sebenarnya, proses pelapukan bisa saja terus berlanjut di mana material magnesium, silika dan nikel, akan tertinggal apabila air yang membawanya terus bersifat asam. Namun apabila terjadi netralisasi akibat reaksi dengan batuan dan tanah disekitarnya, maka mineral itu akan cenderung mengendap dan menjadi mineral hidrosilikat, yang dinamakan mineral garnierit.

Sedangkan Ni yang terus terbawa resapan air yang turun ke semakin dalam, nantinya akan terkumpul di zona air, karena tidak lagi bisa meresap ke batuan dasar. Di sisi lain, ikatan Ni yang bercampur dengan magnesium dan SiO serta H, akan menghasilkan mineral garnierit (Ni, Mg) Si4O5(OH)4. Jika prosesnya terus berlanjut, maka akan terjadi pengayaan supergen di zona Saprolit. Dalam beberapa kasus, misalnya di penampang vertikal profil laterit, bisa terjadi lebih dari satu zona pengayaan. Itu disebabkan akibat muka air tanah yang cenderung terus berubah, khususnya ketika terjadi perubahan musim.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar