image

"Deposit mineral besi di batu gamping"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 16 November 2021 / 0 Komentar

Mineral Logam 

Bakteri Pemakan Logam Jadi Solusi Pengelolaan Limbah Tambang

duniatambang.co.id - Sebuah bakteri dengan jenis spesial mampu memakan sebuah paku sampai habis dalam waktu kurang dari tiga hari. Nadac Reales, seorang ahli bioteknologi asal Chili yang mempelajari soal mikro organisme mengatakan hal tersebut, dan berharap bakteri yang dia temukan itu bisa membantu membersihkan limbah tambang di negaranya, yang merupakan salah satu negara produsen tembaga terbesar dunia.

Jika berhasil, metodenya juga akan bisa membantu membersihkan limbah bekas tambang di berbagai belahan dunia. Ini bisa jadi prioritas utama, karena selama ini limbah bekas tambang masih menjadi masalah yang cukup serius, dan metode tersebut akan membantu perusahaan tambang untuk lebih efektif dan efisien mengelola limbah mereka.

Tentu saja, cara kerjanya berbeda dengan isu bahwa minuman bersoda bisa membersihkan karat, bakteri ini adalah benar-benar sebuah terobosan. Dalam penelitian yang dilakukan, Reales menaruh sebuah paku konstruksi biasa ke dalam cairan yang mengandung bakteri pemakan logam, yang dia sebut dengan Leptospirillum Ferriphilum. Setelah dalam waktu tiga hari, paku itu menghilang, dan hanya menyisakan larutan bernama lixiviant. Ini adalah cairan yang biasanya digunakan dalam dunia metalurgi untuk melarutkan bijih murni dari sumber batuan.

Bakteri ini mengoksidasi logam seperti besi, yang pada dasarnya menyebabkan terjadinya disintegrasi yang sama yang terjadi dalam sebuah pengkaratan. Pada awalnya, Reales mengatakan bahwa bakteri membutuhkan waktu selama dua bulan untuk memakan paku. Memang hasil itu mengesankan, tetapi bagi Reales waktu tersebut terlalu lama, dan tidak praktis.

Jadi dia pun mempercepat prosesnya. Caranya adalah dengan membuat bakteri itu kelaparan. Rupanya, cara tersebut berhasil dan mampu memangkas waktu yang sebelumnya dua bulan, menjadi hanya kurang dari tiga hari. Kini dia pun memiliki rencana untuk melakukan uji coba pada peralatan logam yang memiliki ukuran lebih besar.

Ini akan menjadi sebuah ‘game-changer’ bagi industri pertambangan, tidak hanya di Chili tetapi juga di seluruh dunia.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Umar RP.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar