Detail Berita


Valuasi 20 Persen Saham Vale Indonesia Semakin Di Depan Mata



Tanggal terbit: 25-07-2019

duniatambang.co.id – Masa kewajiban divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akan dimulai pada Oktober 2019. Kementerian Energi Sumber Daya Mineral dan Energi telah melakukan pertemuan dengan pihak PT Vale Indonesia Tbk untuk membahas proses divestasi dan kelengkapan data.

Yunus Saefulhak selaku Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, menyatakan bahwa pihaknya sudah memiliki perhitungan valuasi saham Vale sebesar 20%.

Baca juga: Inalum Tunggu Persetujuan ESDM, Siap Divestasi Saham Vale 20 Persen

Penghitungan valuasi oleh pemerintah mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 43 tahun 2018 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri ESDM No 9/2017 Tentang Tata Cara Divestasi Saham dan Mekanisme Penetapan Harga Saham Divestasi Pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Metode yang dilakukan untuk penghitungan valuasi adalah replacement cost dan discounted cash flow.

Baca juga: PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2018

Selain dari pihak ESDM, penghitungan valuasi juga dilakukan oleh pihak Vale. Hasil nilai valuasi yang dihitung oleh Kementerian ESDM dan PT Vale Indonesia akan diklarifikasi pada pertemuan berikutnya. Jika terdapat perbedaan penghitungan nilai valuasi, maka akan dipilih yang paling menguntungkan negara.

Nilai valuasi dari Kementerian ESDM dan Vale akan dilaporkan kepada Tim Divestasi lintas kementerian. Tim tersebut terdiri dari Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Kemudian, akan ambil keputusan final yang terbaik nilai valuasi saham Vale.

Setelah pertemuan dilakukan untuk meminta kelengkapan data serta kesesuaian metode penghitungan valuasi, Pihak ESDM akan mengadakan pertemuan kembali dengan PT Vale Indonesia tersebut pada akhir Juli.

Di tengah panasnya berita valuasi sebesar 20 persen, Vale mengalami penurunan produksi nikel sepanjang semester pertama tahun 2019.  Padahal, harga nikel di pasar global tengah menguat.

 

(MS)

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !