image

"Tambang batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 29 October 2021 / 0 Komentar

Batubara APBI 

APBI Klarifikasi Soal Isu Usulan Penetapan Harga Jual Batubara

duniatambang.co.id - Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menyanggah bahwa pihaknya telah mengajukan usulan kepada pemerintah mengenai penetapan harga jual batu bara. Pihaknya juga memberikan klarifikasi atas sejumlah isu yang merebak di media mengenai permasalahan tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif APBI-ICMA Hendra Sinadia dalam keterangan tertulis yang dikirimkan Rabu kemarin, 27 Oktober 2021.

Dalam keterangan tertulis tersebut, Hendra Sinadia mengatakan bahwa kabar APBI yang menaungi para pelaku usaha batu bara, selama ini tidak pernah memberikan usulan apapun secara resmi kepada pemerintah terkait penetapan harga jual batu bara untuk kepentingan umum, khususnya untuk kelistrikan nasional agar dinaikkan dari harga cap sebelumnya di angka $70 per metrik ton.

“Tidak benar jika APBI memberikan usulan secara resmi ke pemerintah agar harga cap $70 direvisi (dinaikkan), agar penambang tidak terlalu merasa rugi dalam melaksanakan kewajiban pasokan kelistrikan nasional dalam rangka pemenuhan DMO di tengah tingginya harga komoditas dalam beberapa waktu terakhir ini. Meskipun harga komoditas saat ini sedang meroket, anggota APBI tetap menyatakan komitmennya untuk bisa melaksanakan kewajiban DMO,” ungkap Hendra Sinadia.

Menurut Hendra, selama ini APBI selalu memiliki pandangan tersendiri, bahkan itu sebelum harga cap $70 per metrik ton disahkan pemerintah. Pandangan tersebut adalah, harga jual batu bara sebaiknya merujuk pada harga pasar untuk dijadikan patokan. Hal itu dilakukan seperti halnya pada harga yang berlaku terhadap pasokan untuk kebutuhan domestik, sebelum harga cap itu ditetapkan. Bahkan, dalam setiap agenda rapat yang dilakukan bersama dengan pihak pemerintah, pandangan tersebut selalu disampaikan.

“APBI selama ini selalu memberikan pandangannya, bahwa dari sejak awal bahkan sebelum harga cap $70 per metrik ton ditetapkan, menurut kami harga jual batu bara seyogyanya menggunakan market price sebagai patokan. Seperti halnya harga yang berlaku terhadap pasokan ke dalam negeri sebelum dilakukannya cap $70 per metrik ton. Pandangan ini selalu kami sampaikan dalam rapat-rapat dengan pemerintah terkait DMO, karena kewenangan ada di tangan pemerintah,” tambahnya.

Pandangan soal disparitas harga antara harga ekspor dengan harga kelistrikan nasional, dianggap APBI sangat rentan untuk kemudian menimbulkan permasalahan dalam penerapannya di lapangan, seperti ketika harga komoditas sedang berada di kisaran tertinggi. Itu juga terjadi ketika harga komoditas sedang mengalami penurunan, di mana para penambang mengaku sangat kesulitan untuk bisa memenuhi pasokan kebutuhan kelistrikan nasional, yang telah ditetapkan besarannya sebanyak 25% dari produksi.

Meski demikian, sebagai sebuah asosiasi yang menjadi mitra pemerintah yang di dalamnya memiliki anggota kalangan perusahaan kontraktor pemerintah, APBI benar-benar memahami serta mematuhi semua keputusan yang dikeluarkan pemerintah dalam menetapkan harga cap $70 per metrik ton.

Dengan melihat sejumlah faktor-faktor dan permasalahan yang sering terjadi di lapangan, APBI berpendapat bahwa seharusnya pihak pemerintah lah yang perlu memutuskan kebijakan yang tepat dalam menyikapi kenaikan harga komoditas yang terjadi sekarang ini. Sehingga dampak dari harga komoditas yang sifatnya sementara itu, bisa lebih dimaksimalkan lagi, yang pada akhirnya juga akan memberikan nilai positif pada penerimaan negara yang saat ini juga sedang berupaya untuk memulihkan perekonomian nasional.

Sementara itu di sisi lain, APBI juga menegaskan bahwa kepatuhan mengenai kewajiban pemenuhan pasokan batu bara untuk domestik pada kerangka DMO, tetap harus selalu diprioritaskan.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar