image

"Peledakan tambang batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 26 October 2021 / 0 Komentar

International Batubara 

Dilanda Krisis Energi, Cina Buka Keran Impor Batubara Dari Indonesia

duniatambang.co.id - Pemerintah Cina mengeluarkan kebijakan baru yang akan mendorong kegiatan impor batubara dalam skala besar dari Indonesia. Ini disebabkan karena terjadinya krisis energi listrik di Negeri Tirai Bambu tersebut. Merujuk pada data milik bea cukai Cina, besarnya impor batu bara jenis brown, termal dan coking dari Indonesia telah menembus angka 21 juta ton sampai dengan periode bulan September 2021. Jumlah tersebut diketahui mengalami peningkatan dari besar impor di bulan Agustus yang mencapai 17 juta ton. Ini juga menyumbang sebanyak ? dari total impor ke Cina.

Sebelumnya dilaporkan juga bahwa para pembeli dari Cina terpaksa menghentikan pasokan batu bara dari Australia, dan kemudian menggantinya dengan pasokan dari perusahaan selain negeri Kangguru itu. Penyebabnya adalah karena kondisi hubungan kedua negara yang sedang memanas, sehingga pemerintah Australia melarang ekspor batu bara ke Cina.

Pemerintah Cina pada awalnya menggantungkan harapan pasokan batu bara dari Mongolia. Namun sayangnya pasokan dari Mongolia juga terganggu akibat adanya wabah pandemi Covid-19. Pasokan batubara dari Mongolia, jumlahnya sangat terbatas, tidak lebih dari 1 juta ton saja. Jauh dari jumlah yang dibutuhkan Cina.

Kondisi ini pun membuat harga acuan batu bara Indonesia melambung tinggi hingga menembus rekor. Ini ditambah dengan tingginya permintaan akan batu bara yang telah terjadi sejak bulan Juni lalu, setelah pemerintah Cina mengeluarkan kebijakan untuk melakukan peningkatan jumlah impor akibat gagal dalam pencegahan krisis listrik sebelumnya.

Perlu dicatat, bahwa akhir tahun lalu Cina telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan emiten asal Indonesia dengan nilai kontrak mencapai USD1,5 miliar. Sementara pihak Indonesia berkewajiban untuk menyediakan batu bara coklat kualitas rendah.

Para analis menilai bahwa Indonesia tampaknya harus meningkatkan produksi untuk memenuhi pasokan tersebut, terlebih negara lainnya seperti India saat ini juga sedang kekurangan pasokan.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar