image

"Stockpile batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 22 October 2021 / 0 Komentar

International Batubara 

Harga Batubara Termal Cina Sentuh Rekor Tertinggi Setelah Puluhan Tambang Ditutup

duniatambang.co.id - Harga batubara termal Cina mengalami kenaikan sangat tajam sampai ke titik tertinggi pada pekan ke-3 Oktober 2021. Hal tersebut diduga sebagai akibat dari semakin parahnya krisis pasokan batubara, di mana pabrik batu bara terbesar Cina di provinsi Shanxi harus ditutup karena dilanda banjir.

Cina yang menjadi konsumen batubara paling besar di dunia, tengah berjuang mati-matian mengatasi krisis energi yang terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir, karena langkanya pasokan batu bara. Banyak langkah dan strategi yang telah dilakukan pemerintah Cina untuk menggenjot produksi batu bara, termasuk menekan permintaan listrik dari pabrik.

Sebanyak 200 tambang batu bara yang tersebar di wilayah Shanxi dan Mongolia Dalam terus digenjot produksinya. Namun upaya tersebut seakan sia-sia karena hujan terus turun dan membanjiri kurang lebih 60 tambang. Empat tambang lainnya juga harus ditutup, padahal tambang tersebut mampu menyumbang produksi batu bara tahunan sampai 4,8 juta ton.

Batu bara termal Zhengzhou adalah yang paling aktif diperdagangkan. Diketahui untuk kontrak bulan Oktober 2021 ini, harganya mengalami kenaikan sebesar 8%, berada di angka 1.781 yuan per ton, setelah sepanjang tahun ini mengalami kenaikan hingga 124%. Kemudian untuk harga kontrak November 2021, juga kembali mengalami kenaikan sebesar 9,4%, mencapai lebih dari 1.800 yuan untuk setiap ton-nya.

Terjadinya kembali lonjakan harga batu bara itu terjadi satu hari berikutnya, setelah pemerintah Cina mengumumkan bakal memberikan izin sejumlah pembangkit listrik guna membebankan harga listrik berbasis pasar kepada pelanggan komersial.

Strategi itu menjadi sebuah terobosan besar, dibandingkan kebijakan sebelumnya yang memungkinkan dunia industri dalam mengunci kesepakatan harga listrik tetap dengan para pemasok.

Perubahan kebijakan tersebut, diyakini bakal memacu keberadaan pembangkit listrik dengan bahan bakar batu bara. Ini adalah kebijakan paling anyar yang dirancang sedemikian rupa, agar bisa meredakan krisis energi di Cina.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar