image

"Ilustrasi Jaringan 5G"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 21 October 2021 / 0 Komentar

Teknologi Mining 

Penerapan 5G Mining Freeport Indonesia Akan Jadi yang Pertama di ASEAN

duniatambang.co.id - Indonesia akan memiliki jaringan 5G Mining dalam waktu dekat. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir yang mengatakan bahwa tambang milik PT Freeport Indonesia, akan menjadi tambang 5G. Ini merupakan langkah perwujudan dari kebijakan transformasi industri 4.0, yang selama ini begitu gencar digaungkan oleh pemerintah.

Kabar soal 5G Mining itu terungkap dalam acara groundbreaking smelter milik PT Freeport Indonesia yang ada di KEK Gresik, Jawa Timur, yang disaksikan juga secara langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam pidatonya itu, Erick Thohir menjelaskan kepada Jokowi bahwa kebijakan transformasi industri 4.0 di dunia pertambangan, 5G Mining, akan dilakukan di smelter milik Freeport Indonesia, yang ditargetkan akan dimulai pada enam bulan mendatang.

Erick juga mengklaim bahwa penerapan 5G Mining itu, akan menjadi yang pertama di Asia Tenggara. Adapun, penerapan dan pengelolaan 5G Mining itu berangkat dari buah kerjasama antara PT Freeport Indonesia dengan PT Telkom Indonesia.

“Ini adalah yang pertama di ASEAN, hasil kerja sama antara Freeport dengan Telkom. Fungsi dari 5G mining itu sendiri adalah untuk menjaga keamanan operasional, sebab penambangan dilakukan di tambang dalam. Hal ini penting untuk proteksi pekerja di dalamnya,” ujar Erick Thohir.

Dengan adanya 5G Mining itu, diharapkan bisa meningkatkan hubungan dan integrasi atas Hyper Connect Network. Ini salah satunya akan diterapkan dengan menghadirkan kecanggihan autonomous car, atau kendaraan tanpa awak (sopir), seperti truk hauling berukuran besar.

Freeport Indonesia sebelumnya juga telah mengatakan bahwa pada tahun depan, tambang bawah tanah milik perusahaan akan bisa beroperasi dengan kapasitas penuh 100%. Sebagai catatan, untuk saat ini, operasional tambang telah berada di kisaran 90%. Proses pengembangannya sendiri telah dilakukan belasan tahun yang lalu, di mana kala itu tujuannya untuk mengantisipasi habisnya cadangan mineral di tambang terbuka.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar