image

"tambang batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 18 October 2021 / 0 Komentar

DOID 

Delta Dunia Makmur Akuisisi Tambang Milik Perusahaan Australia Senilai 1,56 Triliun

duniatambang.co.id - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) berhasil melakukan akuisisi perusahaan tambang asal Australia, Downer EDI Ltd. Proses akuisisi tersebut dilakukan lewat anak usaha PT Bukit Makmur Mandiri Utama. Adapun, nilai akuisisi itu diketahui sebesar 150 juta dolar Australia atau setara dengan Rp1,56 triliun.

Berdasarkan informasi yang diterima, Downer EDI Ltd melakukan penjualan unit bisnis Open Cut Mining East kepada Bukit Makmur Mandiri Utama, sebagai bagian dari strategi terakhir divestasi perusahaan terhadap portofolio bisnis pertambangannya.

Dalam tahap awal proses akuisisi tersebut, Bukit Makmur Mandiri Utama diberitakan sudah menyerahkan uang deposit yang jumlahnya mencapai 16 juta dolar Australia. Sementara sisanya akan dibayarkan ketika proses penyelesaian akuisisi dilakukan nantinya. Kedua pihak berharap, proses akuisisi itu bisa selesai sebelum akhir tahun ini.

Pihak Downer sendiri mengatakan bahwa penjualan itu sudah sejalan dengan transaksi pertambangan yang telah diumumkan perusahaan sebelumnya. Lebih lanjut, besaran nilai hasil divestasi perusahaan mencapai angka 778 dolar Australia. Penjualan ini, dilakukan Downer sebagai bagian dari strategi bisnis baru yang dimiliki perusahaan, yakni untuk bisa keluar dari bisnis pertambangan padat modal.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penjualan bisnis Open Cut Mining East tersebut merupakan langkah terakhir perusahaan, di mana sebelumnya mereka juga telah melakukan divestasi atas unit bisnis Open Cut Mining West, pertambangan underground Otraco, Downer Blasting Services, bisnis konsultasi, dan usaha joint venture TRL Mining and Earthworks.

Untuk komposisi kepemilikan saham setelah akuisisi itu, diketahui bahwa sebanyak 37,86% saham Delta Dunia Makmur kini dipegang oleh Northstar Tambang Persada Ltd. Kemudian sisanya sebanyak 62,14% dimiliki oleh publik, sementara sebesar 0,264% dimiliki oleh Ronald Sutardja.


Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR. 

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar