image

"Stockpile batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 13 October 2021 / 0 Komentar

International Batubara 

Hujan Lebat Melanda, Negara Pengguna Batubara Terbesar Dunia Krisis Listrik

duniatambang.co.id - China sebagai salah satu negara penghasil batubara dan pengguna batubara terbesar didunia tengah mengalami krisis listrik. Biro Manajemen Darurat Pemerintah Provinsi, dalam kesempatannya pada Sabtu (9/10/2021), menyatakan bahwa hal tersebut dikarenakan adanya hujan lebat dan tanah longsor yang mengakibatkan setidaknya 1,7 juta warga di Provinsi Shanxi terdampak banjir dan 60 tambang batubara di provinsi tersebut harus ditutup untuk sementara waktu. Sebagai informasi, Provinsi Shanxi merupakan pusat pertambangan batubara terbesar di China, yaitu daerah yang memproduksi sekitar seperempat dari total produksi batubara nasional.

Seperti dilansir dari cnbcindonesia.com, kejadian ini memengaruhi harga batubara termal berjangka, dimana harga tersebut melonjak ke angka tertinggi di Zhengzhou Commodity Exchange pada Senin (11/10/2021). Dalam beberapa minggu terakhir, Tiongkok sudah dilanda kekurangan energi yang telah menyebar ke 20 provinsi. Hal ini dibuktikan dengan adanya pembatasan penggunaan listrik oleh pemerintah selama jam sibuk dan beberapa pabrik untuk menangguhkan produksi yang mengakibatkan  output industri merugi dan menekan ekonomi nasional.

Tidak hanya Provinsi Shanxi, Provinsi Liaoning, salah satu provinsi diwilayah timur laut negara Tiongkok tersebut juga tengah mengalami krisis listrik ekstrem. Pemerintah setempat sudah memberikan peringatan kekurangan daya tingkat tertinggi kedua pada Senin (11/10/2021). Peringatan tersebut menjadi peringatan kelima dalam 2 (dua) minggu terakhir, dengan kekurangan listrik mencapai hampir 5 gigawatt (GW).

Provinsi Liaoning sendiri sudah mengalami pemadaman listrik sejak pertengahan September, di mana peringatan tingkat dua ini menunjukkan adanya kekurangan daya yang setara dengan 10 – 20% dari total permintaan daya. Alhasil, pemadaman listrik dilakukan pada ratusan ribu rumah tangga dan memaksa penghentian produksi bagi beberapa pabrik industri.

 

Penulis: Yuniar Novianti

Editor: Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar