image

"penambangan nikel"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 11 October 2021 / 0 Komentar

International Mineral Nikel 

10 Produsen Nikel Terbesar di Dunia Berdasarkan Laporan Tahun Miningintelligence 2020

duniatambang.co.id - Nikel dan senyawanya sangat penting untuk pembuatan baja, tetapi nikel juga dijuluki 'Silent Saviour' karena memainkan peran penting dalam transisi global ke energi bersih sebagai salah satu logam utama yang digunakan pada baterai untuk kendaraan listrik.

Total cadangan nikel diperkirakan mencapai 94 juta ton secara global, menurut Survei Geologi AS, dengan Indonesia dan Australia di antara negara-negara yang memegang sumbangan terbesar.

Produksi nikel global mencapai sekitar 2,2 juta ton pada tahun 2020 meskipun ada pandemi. Tahun ini, produksi tambang global diperkirakan akan tumbuh dan peningkatan berkisar 6,8% menjadi hampir 2,5 juta ton.

Berdasarkan data milik Miningintelligence, berikut perusahaan nikel terbesar di dunia berdasarkan produksi mereka pada tahun 2020.

Norilsk Nickel (Nornickel) Rusia menempati posisi teratas dengan produksi lebih dari 178 kiloton (kt), naik dari 172kt pada 2019. Nornickel Kola, yang mencakup lima tambang yang beroperasi, saat ini sedang diawasi kebijakan lingkungannya, dan perusahaan telah berjanji untuk berinvestasi sekitar $5 miliar selama satu dekade ke depan untuk membersihkan jalur di Semenanjung Kola.

Vale Brasil berada di tempat kedua, dengan 167kt, turun dari 171kt yang diproduksi tahun sebelumnya. PT Vale Indonesia mengatakan akan memulai pembangunan proyek nikel Pomalaa tahun depan.

Raksasa pertambangan di tempat ketiga, keempat dan kelima masing-masing adalah Glencore, dengan aset di Australia, Kanada dan Eropa menghasilkan 101kt gabungan, turun dari 108kt pada 2019, diikuti oleh BHP dengan 74,8kt dari operasi Nickel West di Australia, dan Anglo American di 43.6kt dari operasinya di Brasil.

Perusahaan tambang terdiversifikasi Australia, South32 Colombian menghasilkan 36,1 kt, turun 11% dari tahun sebelumnya, hampir setara dengan Eramet Group yang berbasis di Paris, yang menghasilkan 35,9 kt.

IGO yang berbasis di Perth menghasilkan 29,5kt, dengan Terrafame Finlandia mengikuti dengan 28,7kt. Pertambangan MCC-JJJ China, dengan produksi berdasarkan 85% kepemilikannya atas tambang Ramu di Papua Nugini, melengkapi sepuluh besar, hanya tertinggal satu poin di belakang Terrafame, dengan 28,6kt nikel diproduksi pada tahun 2020.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Umar RP.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar