image

"Ilustrasi pergerakan harga saham"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 10 October 2021 / 0 Komentar

Bisnis Saham 

Top 10 Saham Perusahaan Tambang Paling Moncer Sebulan Terakhir

duniatambang.co.id - Sepanjang kuartal ketiga tahun 2021 kemarin diketahui sejumlah harga komoditas pertambangan menorehkan kinerja yang baik. Beberapa di antaranya bahkan sampai menyentuh harga tertinggi dalam sejarah masing-masing seperti nikel, timah, aluminium dan batubara.

Adapun faktor pendorong dari terus naiknya harga komoditas pertambangan itu utamanya disebabkan oleh terjadinya peningkatan signifikan permintaan global, sebagai efek berantai dari kembali membaiknya ekonomi dunia, setelah sekian lama dihantam oleh pandemi Covid-19.

Permintaan global yang begitu tajam atas komoditas pertambangan itu tidak diimbangi oleh kinerja produksi, sehingga pada akhirnya persediaan pun menjadi sangat terbatas. Menurunnya kinerja produksi perusahaan tambang juga merupakan dampak dari berbagai kebijakan pembatasan oleh pemerintah, untuk menekan laju penyebaran wabah.

Harga komoditas pertambangan yang terus mengalami kenaikan itu, tentu berimbas juga pada pergerakan harga saham perusahaan tambang yang melantai di bursa. Kenaikan harga saham perusahaan tambang itu cukup fantastis, bahkan ada yang sampai naik hingga ratusan persen.

Di peringkat teratas ada saham milik emiten batu bara, Bayan Resources Tbk (BYAN) yang meroket sampai dengan 113,41%. Kemudian di tempat kedua ada saham milik Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) dengan kenaikan harga saham mencapai 100%. Lalu ada Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan Harum Energy Tbk (HRUM) di peringkat ketiga dan keempat dengan masing-masing kenaikan harga saham sebesar 92,31% dan 82,35%.

Saham milik Golden Eagle Energy (SMMT) berada di peringkat kelima dengan kenaikan harga saham sebesar 71,17%. Kemudian saham milik Ifishdeco Tbk (IFSH) yang bergerak dalam bidang tambang biji mentah nikel berada di peringkat keenam dengan kenaikan harga saham sebesar 50,69%. Sebagai informasi, pada awal tahun ini, saham milik Ifishdeco bahkan sempat disuspend oleh BEI karena lonjakan yang terlalu tinggi.

Sementara itu saham milik Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) berada di posisi ketujuh, dengan peningkatan harga saham sampai dengan 45,23%. Disusul di posisi ketujuh oleh saham milik Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan kenaikan sebesar 44,26%.

Selanjutnya di peringkat kesembilan dan kesepuluh ada nama Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan Indika Energy Tbk (INDY), dengan pergerakan harga saham masing-masing naik sebesar 43,94% dan 41,79%.

Dari top10 kenaikan harga saham pertambangan itu bisa terlihat bahwa emiten batubara adalah yang paling mendominasi pergerakan ke jalur hijau.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Umar RP.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar