image

"dump truck"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 8 October 2021 / 0 Komentar

K3 & Lingkungan ESG 

Perusahaan Tambang Dituntut Menjadi Pemimpin dalam ESG

duniatambang.co.id - Logam dan mineral akan memainkan peran penting dalam transisi global menuju masa depan yang lebih ‘hijau’. Para pemangku kepentingan di industri pertambangan kini memiliki pilihan, membiarkan masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) membuat mereka gulung tikar atau menggunakannya sebagai peluang untuk menjadi pemimpin di masa mendatang.

Perusahaan data dan analitik terkemuka, GlobalData, mencatat bahwa perusahaan perlu bertindak cepat dan tegas agar setiap perusahaan pertambangan menjadi pemimpin dalam ESG, termasuk menguraikan rencana aksi ESG yang komprehensif dan menciptakan tim keberlanjutan yang berdedikasi untuk memberikan hasil.

GloalData juga telah menguraikan kerangka kerja ESG dalam laporan terbarunya, ESG in Mining, di mana kerangka kerja di dalamnya mencatat bahwa perusahaan harus mengambil pendekatan holistik terhadap keberlanjutan yang menangani ketiga aspek utamanya: lingkungan, sosial, dan tata kelola.

“Isu ESG adalah yang paling penting dalam dekade ini, yang menuntut perusahaan, masyarakat, pemegang kebijakan, dan media agar bisa terlihat dalam mengatasi tantangan tersebut. Perusahaan pertambangan harus berkinerja baik di semua 12 aspek kerangka kerja ESG GlobalData, di mana apabila lamban di salah satu aspek ini akan merusak reputasi brand dan, pada akhirnya berdampak pada keuntungan,” ungkap GlobalData.

“Sangat mudah untuk menemukan contoh tata kelola yang kurang baik di pertambangan tetapi jauh lebih sulit untuk menemukan studi kasus yang patut dicontoh. Perusahaan yang berkinerja buruk dalam masalah lingkungan dan sosial kemungkinan besar melakukannya karena tata kelola yang buruk. Setelah COVID-19, jajaran tinggi perusahaan perlu memastikan perusahaan mereka berkinerja secara finansial sambil menjaga ESG tetap menjadi agenda utama.

Dewan perusahaan harus memiliki strategi yang beragam untuk mencapai hal ini atau menghadapi risiko kehilangan wewenang dan jabatan mereka. Dengan menunjuk direktur yang lebih beragam ke dewan dan memberdayakan mereka, perusahaan lebih mungkin selaras dengan basis karyawannya, berbagai pemangku kepentingan, dan masyarakat,” tandas GlobalData.

GloalData mencatat bahwa keterlibatan awal dengan semua pemangku kepentingan, termasuk karyawan, pemegang saham, dan masyarakat lokal adalah kunci bagi perusahaan pertambangan untuk unggul di ESG.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar