image

"Ilustrasi Energi Geothermal"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 7 October 2021 / 0 Komentar

Energi EBT 

Pemerintah Pastikan tambah 40.000 MW dalam 10 Tahun, EBT mendominasi?

duniatambang.co.id - Seiring dengan komitmen pemerintah yang akan terus meningkatkan penggunaan energi bersih, pemerintah akan menggunakan pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam kurun waktu 10 tahun mendatang. Rencananya, total penambahan kapasitas pembangkit listrik ini mencapai 40.000 Mega Watt (MW) dan hampir setengahnya adalah EBT. Hal ini tentunya sebagai salah satu cara pemerintah untuk merealisasikan komitmen penggunaan energi yang lebih hijau dan bersih.

"Kita pastikan dari tambahan 40.000 MW selama 10 tahun ke depan, hampir 52 persen berbasis EBT berbagai jenis," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana saat menyampaikan kuliah umum kepada peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Gerakan Insiatif Listrik Tenaga Surya (Gerilya) di Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Seperti dilansir dari website resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam sektor kelistrikan, PLTU menempati 47% atau sekitar 34.856 MW, kemudian PLTG/GU/MG 20.938 MW (28%), PLTA/M/MH 6.255 MW (9%), PLTD 4.932 MW (7%), PLTP 2.174 MW (3%), PLTU M/G 2.060 MW (3%), dan PLT EBT lainnya 2.215 MW (3%).

Sementara dari sisi produksi listrik, realisasi volume PLTU hingga periode yang sama jauh besar sebesar, yaitu 65,30% atau dari membutuhkan batubara sebesar 32,76 juta ton. Sisanya dipasok dari gas 17% (184.079 BBTU), Air 7,05%, Panas Bumi 5,61%, BBM 3,04%, BBN 0,31%, Biomassa 0,18%, Surya 0,04% dan EBT lainnya 0,14%.

Seperti yang diketahui, penggunaan tenaga fosil untuk kelistrikan masih sangat mendominasi. Terjaganya pasokan dan harganya yang murah tentu menjadi salah satu pertimbangan besar untuk menjadi alasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) masih menjadi primadona dalam negeri. Karena sumber energi yang murah, maka tarif listrik yang diedarkan ke masyarakat maupun industri juga relatif murah. Namun walaupun demikian, penggunaan batubara yang besar dapat mengakibatkan habisnya pasokan energi fosil tersebut. Maka dari itu, dibutuhkan alternatif energi yang bisa dihasilkan dengan memanfaatkan alam, walaupun dari segi ekonomi akan membutuhkan dana yang lebih besar.


Penulis: Yuniar Novianti

Editor: Umar RP.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar