Detail Berita


Pilot Plant Hidrometalurgi Bisa Ekstraksi Logam Tanah Jarang (LTJ)



Tanggal terbit: 24-07-2019

duniatambang.co.id - Pemanfaatan sumber daya mineral terus dioptimalkan melalui berbagai upaya. Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, perusahaan tidak diperbolehkan mengekspor mineral dalam bentuk bahan baku. Mineral yang ditambang harus melalui proses pengolahan dan ekstraksi untuk menjadi produk setengah jadi atau jadi agar bernilai jual tinggi.

Untuk memanfaatkan sumber daya mineral secara optimal, diperlukan penguasaan teknologi tinggi pengolahan mineral untuk menghasilkan produk yang dapat diterima pasar. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (tekMIRA) kini memiliki peralatan pengolahan baru berupa Pilot Plant Hidrometalurgi.

Baca juga: Deposit REE PT Timah Tbk Jadi Aset Indonesia dalam Pasar Global Mendatang

Hidrometalurgi merupakan proses ekstraksi pada temperatur relatif rendah dengan cara pelindian dengan bantuan media cairan. Melalui proses hidrometalurgi, logam diperoleh dari sumbernya dengan melibatkan reaksi kimia dalam larutan berair. Metode hidrometalurgi ini biasanya dibagi menjadi tiga tahap terdiri dari pelindian, pemekatan, dan pengambilan.

Fasilitas Pilot Plant Hidromemetalurgi dapat memproses berbagai macam mineral logam seperti emas, nikel, tembaga. Tidak hanya itu, Pilot Plant Hidrometalurgi juga dapat memproses Logam Tanah Jarang (LTJ) yang pabrik pengolahannya sedang dalam tahapan penyelesaian. Sebelumnya, proses yang dikerjakan oleh pilot plant dilakukan simulasi terlebih dahulu pada perangkat lunak seperti Metsim dan FactSage. 

Baca juga: Diprediksi Penuhi Demand Dunia 2093, Pembangunan Smelter REE Hasil Penambangan Timah Kian Digalakkan

Peralatan pilot plant terletak di Sentra Pengolahan Mineral Puslitbang Tekmira di Cipatat, Kabupaten Bandung. Peralatan ini memiliki kapasitas produksi 10 kg per proses. Jenis LTJ yang dapat diproduksi oleh peralatan ini seperti Lanthanum (La), Neodinium (Nd), Cerium (Ce), dan Disprosium (Dy).

Dengan adanya Pilot Plant Hidrometalurgi pengolahan LTJ ini diharapkan dapat meningkatkan produksi serta dapat mengembangkan industri berbasis LTJ seperti keperluan bahan baku mobil listrik, peralatan elektronik, pertahanan, kesehatan, dan otomotif, dan keperluan industri lainnya.

                                                                                                             

(MS)

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !