image

"PT Timah Tbk"
Sumber gambar: eksplorasi.id

Dunia Tambang / 7 October 2021 / 0 Komentar

International Mineral Timah 

Melihat Aktivitas Tambang Timah Terbesar Kedua Dunia di Bangka Belitung

duniatambang.co.id - Timah menjadi salah satu kekayaan mineral yang tersimpan di perut tanah air. Timah Indonesia telah dinobatkan sebagai salah satu penghasil timah terbesar internasional. Anggapan itu mendapatkan pengakuan dari badan survei geologi Amerika Serikat, yang mencatatkan Indonesia sebagai negara kedua penghasil timah terbesar di dunia.

Kandungan timah yang sangat melimpah itu tersebar di sejumlah titik di penjuru negeri. Hal ini salah satunya disebabkan oleh posisi Indonesia yang dilewati oleh jalur timah yang kemudian disebut dengan Tin Belt. Jalur tersebut diketahui berawal dari Thailand, kemudian menyusuri Malaysia, yang kemudian berakhir di Kepulauan Bangka Belitung.

Oleh karena itu, PT Timah kemudian mendirikan markas besarnya di Bangka Belitung, dan kemudian ditunjuk sebagai eksportir timah Indonesia. Adapun, PT Timah diketahui memiliki sejumlah situs pertambangan yang lokasinya berada di Bangka Belitung, Kepulauan Riau sampai dengan Provinsi Riau. Sebagai informasi, PT Timah adalah gabungan dari tiga perusahaan Belanda.

Salah satu tambang milik PT Timah itu adalah yang berlokasi di Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, yang kemudian dijadikan markas oleh perusahaan. Kegiatan proses penambangan yang dilakukan di sana adalah penambangan onshore dan offshore, atau di laut dan di darat. Untuk penambangan di laut, perusahaan menggunakan teknologi kapal isap.

Dalam kegiatan penambangannya, khususnya dalam pengoperasian kapal isap, PT Timah merangkul masyarakat yang berada di sekitar lokasi penambangan. Perusahaan menggandeng masyarakat baik itu skala kecil maupun skala besar.

Setelah melakukan ekstraksi timah mentah dari dalam perut bumi, proses yang dilakukan berikutnya adalah pemisahan dan pencucian. Untuk membawa hasil ekstraksi ke tempat pemurnian mineral, PT Timah mengangkutnya dengan menggunakan kapal bertonase besar.

Pasir-pasir timah dan kandungan mineral lainnya yang sudah dikumpulkan kemudian diproses, dan dihasilkan dalam bentuk pasir dengan kadar antara 65% sampai dengan 72%, yang selanjutnya akan dibawa ke tempat peleburan.

Adapun dalam pengolahan bijih timah untuk dijadikan logam, prosesnya dibagi dalam tiga tahapan. Pertama adalah tahap konsentrasi, yang memisahkan bijih timah dengan kadar Sn 20% sampai 30% dari kandungan mineral lainnya. Kadar timah ditingkat hingga 72% sampai 74%. Untuk menghasilkan timah yang berkualitas, dibutuhkan kadar timah yang tinggi agar proses peleburan selanjutnya bisa maksimal.

Dalam proses peleburan di tahap kedua, konsentrat bijih timah akan direduksi dengan menggunakan suhu yang sangat tinggi. Diketahui, suhu yang ditargetkan bisa mencapai 900 derajat celcius. Proses peleburan pun juga dibagi dalam dua tahapan. Pertama proses peleburan untuk menghasilkan timah kasar (crude tin) dan juga terak 1 (slag). Peleburan tahap kedua akan mereduksi slag dari hasil peleburan pertama untuk menghasilkan senyawa SnFe atau hardheard. Di lokasi peleburan itu, timah-timah yang dihasilkan akan kembali ditingkatkan lagi, agar spesifikasinya sesuai dengan permintaan pasar.

Tahapan terakhir adalah proses pemurnian. Timah dari hasil peleburan akan kembali dimurnikan dengan teknologi kettle refining, eutectic refining dan electrolytic refining. Proses refining ini akan menargetkan hasil akhir berupa logam timah dengan kadar Sn yang mencapai 99,93%.

Produk akhirnya adalah logam timah yang sudah dicetak dalam bentuk batangan, yang beratnya bisa mencapai 16 kg sampai 30 kg untuk setiap batangnya. Bisa saja, logam timah yang sudah dileburkan dicetak dalam bentuk lain, sesuai dengan permintaan konsumen, termasuk itu dengan menambahkan brand tertentu.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar