image

"Emas Antam"
Sumber gambar: logammulia.com

Dunia Tambang / 5 October 2021 / 0 Komentar

Emas Antam 

Aneka Tambang Catat Laba 1,16 Triliun Rupiah

duniatambang.co.id - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melaporkan bahwa sepanjang kurun waktu semester pertama tahun 2021 telah mengantongi laba bersih yang jumlahnya mencapai Rp1,16 triliun. Jumlah tersebut disebutkan mengalami peningkatan cukup tajam, di mana pada di periode yang sama tahun lalu, Aneka Tambang mengalami kerugian Rp159,4 miliar.

Dari laporan keuangan yang disampaikan Aneka Tambang tersebut, juga mengungkap bahwa laba bersih per saham turut mengalami peningkatan menjadi Rp48,29 miliar dibandingkan periode sebelumnya yang merugi Rp6,63 miliar.

Adapun faktor pendorong catatan apik laba bersih Aneka Tambang itu adalah karena pendapatan yang dicetak perusahaan mengalami peningkatan signifikan sampai dengan 87,01% year-on-year, berada di angka Rp17,27 triliun. Pada akhir Juni tahun lalu, diketahui laba pendapatan Aneka Tambang berada di angka Rp9,23 triliun.

Adanya peningkatan penjualan tersebut turut menambah beban pokok penjualan perusahaan yang berada di angka Rp14,10 triliun, di mana sebelumnya berada di angka Rp7,92 triliun. Diketahui beban usaha secara total mengalami kenaikan menjadi Rp1,64 triliun, di mana sebelumnya berada di angka Rp1,03 triliun. Sementara itu untuk beban keuangan Aneka Tambang diketahui mengalami penurunan menjadi Rp291,25 miliar dari yang sebelumnya Rp432,40 miliar.

Perbaikan juga diketahui terjadi pada sisi keuntungan atas entitas asosiasi yang sebelumnya mencatatkan kerugian sebesar Rp25,89 miliar, berubah menjadi keuntungan Rp241,77 miliar. Meskipun pendapatan keuangan mengalami penurunan jadi Rp41,73 miliar dari Rp51,78 miliar.

Keuntungan dari selisih kurs juga dicatatkan perusahaan dengan nilai Rp135,25 miliar dari sebelumnya yang merugi Rp26,2 miliar. Sementara penghasilan lain-lain mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp21,96 miliar menjadi Rp53,17 miliar.

Aset ANTM pun tercatat pada level Rp32,29 triliun, di mana jumlah itu mengalami kenaikan cukup tipis dari posisi sebelumnya di akhir Desember 2020 yang berada di level Rp31,72 triliun. Aset lancar diketahui mencapai Rp9,90 triliun, sedangkan aset tak lancar Rp22,38 triliun.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Umar RP.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar