image

"PT Freeport Indonesia"
Sumber gambar: ptfi.co.id

Dunia Tambang / 29 September 2021 / 0 Komentar

Mineral Emas PT Freeport Indonesia 

Kapasitas Penuh, Freeport Bakal Hasilkan 1,5 Juta Ons Emas Tahun Depan

duniatambang.co.id - Produksi emas dan tembaga PT Freeport Indonesia pada tahun depan, masing-masing diprediksi bakal berada di angka 1,5 juta ons dan 1,5 miliar pon. Jumlah tersebut mengindikasikan adanya peningkatan sebesar 15 persen jika melihat proyek produksi di tahun ini yang jumlahnya bakal mencapai 1,3 juta ons emas dan 1,3 miliar pon tembaga. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Tony Wenas selaku Presiden Direktur Freeport Indonesia.

“Tahun depan rencananya bakal melakukan produksi penuh, 1,5 juta ons emas dan 1,5 miliar pon tembaga yang berlaku untuk beberapa tahun berikutnya. Tahun depan tambang bawah tanah Freeport sudah berkapasitas 100 persen, dan seterusnya sampai dengan tahun 2041 nanti,” jelas Tony Wenas.

Lebih lanjut Tony memaparkan bahwa Freeport Indonesia memiliki dua metode penambangan untuk tambang Grasberg. Pertama adalah tambang terbuka atau open pit dan tambang bawah tanah atau underground mining. Untuk tambang terbuka dijelaskan Tony sudah selesai proses penambangannya. Ini berarti bahwa untuk penambangan terbuka tidak ada lagi aktivitas penambangan yang dilakukan. Dengan demikian, produksi seluruhnya bakal dilakukan di tambang bawah tanah.

Sebagai informasi, tambang underground Freeport Indonesia sudah dikembangkan sejak tujuh tahun silam. Pada tahun 2015, kapasitas penambangannya sudah mencapai 90 persen, dan dipastikan tahun depan akan menyentuh kapasitas penuh yakni 100 persen. Oleh karena itu, pihak perusahaan mengambil kesimpulan, besaran produksinya akan menyentuh 1,3 miliar pon tembaga dan emas sebesar 1,3 juta ons di tahun ini.

Di semester pertama tahun 2021, emas yang dihasilkan Freeport diketahui berada di angka 597 ribu ons. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 75,05 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020. Sedangkan untuk penjualan emasnya di periode itu, tercatat sebesar 558 ribu ons yang mengalami kenaikan sebesar 74,92 persen jika dibandingkan pada tahun 2020 di angka 319 ribu ons.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar