Detail Berita


Lelang Blok Tambang Bermasalah Tumpang Tindih Luas Wilayah



Tanggal terbit: 24-07-2019

duniatambang.co.id -  Sejak tahun 2018, pemerintah telah melakukan proses lelang 10 Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUPK). Namun, sampai saat ini belum menghasilkan WIUPK yang siap untuk dilakukan penambangan. Lelang blok pertambangan mineral dan batubara (minerba) ini menuai beberapa permasalahan dan kendala.

Setidaknya dua lelang blok tambang yang digagas Kementerian ESDM tersandung masalah tumpang tindih lahan. Terutama Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di daerah. Salah satu blok tambang yang terjadi masalah adalah Blok Latao yang berlokasi di Kolaka Utara Sulawesi Tenggara.

Kepastian hukum menjadi salah satu kendala utama dalam proses lelang blok tambang ini. Terutama mengenai tumpang tindih luas wilayah lahan tambang yang membuat kepastian investasi menjadi terhambat. Proses regulasi yang rumit membuat beberapa pengusaha menjadi berpikir panjang untuk melakukan lelang blok tambang.

Baca juga: KEPUTUSAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 24 K/30/MEM/2019

Proses regulasi dinilai dapat merugikan pihak pengusaha. Misalnya, Pengusaha yang sudah memenangkan wilayah tambang untuk eksplorasi. Kemudian perusahaan yang bersangkutan harus melalui tahap evaluasi yaitu membuat Feasibility Study (FS) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Jika ditemukan kondisi apabila FS dan Amdal hasil eksplorasi yang telah dilakukan dinyatakan tidak layak, maka penambangan dibatalkan. Sebelumnya, perusahaan sudah harus membayar Kompensasi Data Informasi (KDI) untuk mendapatkan data eksplorasi dan data cadangan. Lalu dievaluasi kembali ternyata tidak layak, maka dana yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membayar KDI menjadi hangus sementara penambangan tidak dilanjutkan.

Pemerintah memprioritaskan dua WIUPK dalam lelang blok tambang tahun ini. Dua blok tambang tersebut yakni Blok Suasua dan Blok Latao. Blok Suasua merupakan WIUPK dengan komoditas nikel dengan luas lahan 5.899 hektar. Sementara Blok Latao memiliki cadangan nikel dan berlokasi di Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Blok Suasua dan Blok Latao merupakan blok tambang bekas PT Vale Indonesia Tbk.

 

(MS)

Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !