image

"Ilustrasi pemurnian zinc"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 23 September 2021 / 0 Komentar

Mineral ZINC 

Berburu Cadangan Konsentrat Baru, Kapuas Prima Coal Siapkan Dana USD 5-8 Juta per Tahun

duniatambang.co.id - PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) telah memperbesar kepemilikan sahamnya di PT Kapuas Prima Citra Hingga 70% sesuai persetujuan yang dihasilkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSBL) di Jakarta pada 18 Oktober 2019 lalu. PT Kapuas Prima Citra sendiri adalah perusahaan yang mengelola proyek smelter timbal (Pb). Sebagai informasi, proyek smelter timbal sendiri telah menelan total biaya  investasi sebesar USD 15 juta dengan kapasitas 40.000 ton konsentrat timbal. Adapun hasil produknya yaitu 20.000 ton bullion timbal per tahun.

Seperti dilansir dari laman CNBC Indonesia (20/09/2021), Hendra William, selaku Direktur Keuangan KPC, menyatakan bahwa pihaknya belum akan menambahkan smelter baru. KPC sendiri masih akan fokus menyelesaikan dua smelter dengan harapan dapat berjalan sesuai rencana. Smelter tersebut akan menggunakan pasokan dari produksi konsentrat yang dihasilkan perusahaannya sendiri.

Hendra juga menyampaikan, bahwa saat ini KPC memiliki total luas area konsesi seluas 5.569 Ha, namun total area yang baru dapat di eksploitasi adalah seluas 390 Ha, atau sekitar 8% dari izin area konsesi. Untuk memperluas izin tersebut, maka pada tahun 2020 lalu, pihaknya sudah memperluas area izin eksplorasi sebesar 1.169 Ha, sehingga izin daerah yang dapat di eksploitasi adalah sekitar 25% dari total area konsesi. Perluasan izin area ini dilakukan agar pihaknya dapat terus melakukan eksplorasi untuk mencari keberadaan cadangan timah hitam dan seng terbaru. Keseriusan KPC untuk mencari cadangan konsentrat ini dibuktikan dengan telah disiapkannya dana sebesar USD 5 – 8 juta per tahun yang digunakan untuk melakukan eksplorasi. Sebagai informasi, cadangan konsentrat KPC yang telah diketahui saat ini dapat diproduksi hingga 10 tahun kedepan.

Menurutnya, untuk memanfaatkan momentum harga komoditas yang sekarang dinilai cukup baik, pihaknya harus tetap berusaha untuk melakukan eskplorasi lebih lanjut, dengan harapan dapat menemukan cadangan dan potensi terbaru. Penambangan ini dapat terus dilakukan bahkan setelah 10 tahun kedepan. Jika pihaknya telah menemukan cadangan terbaru, dan produksi meningkat, Hendra tidak menapis bahwa KPC akan menambah kapasitas smelter yang ada. Karena menurut peraturan yang berlaku, perusahaan diharuskan menjual konsentrat ke smelter yang ada di Indonesia.

Sebagai informasi, menurut Peraturan Menteri ESDM No 25 Tahun 2018 Pasal 18 ayat (2) yang menyebutkan bahwa, produk samping atau sisa hasil pemurnian komoditas tambang mineral logam tembaga berupa logam tanah jarang wajib dilakukan pemurnian di dalam negeri sesuai dengan batasan minimum pemurnian komoditas tambang mineral logam.

 

Penulis: Yuniar Novianti

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar