image

"Ilustrasi limbah pertambangan"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 20 September 2021 / 0 Komentar

K3 & Lingkungan Tambang 

Limbah Tambang Bisa Digunakan Untuk Memproduksi Bahan Bakar Hidrogen

duniatambang.co.id - Para peneliti Universitas Teknologi Queensland telah menemukan cara untuk menggunakan limbah pertambangan sebagai bagian dari katalis potensial yang lebih murah untuk produksi bahan bakar hidrogen.

Tim yang dipimpin oleh Ziqi Sun dan Hong Peng mempublikasikan temuan ini dalam jurnal Advanced Energy & Sustainability Research. Dalam artikel tersebut, mereka menjelaskan bahwa, biasanya reaksi pemisahan air yang menghasilkan hidrogen dipicu menggunakan platinum, iridium dan rutenium. Logam yang lebih murah tetapi kurang aktif seperti kobalt, nikel dan besi juga digunakan.

Mereka mengusulkan ide katalis baru yang hanya membutuhkan sejumlah kecil logam reaktif ini dan dikombinasikan dengan feldspar, mineral batuan aluminosilikat yang ditemukan dalam limbah pertambangan yang beberapa perusahaan membayar sekitar USD30 per ton untuk membuangnya. Feldspar membentuk sekitar 60% kerak bumi.

Dalam serangkaian percobaan, para ilmuwan memicu reaksi pemisahan air menggunakan feldspars nano-coated yang dipanaskan dengan hanya 1-2% dari logam reaktif yang lebih murah.

“Pemisahan air melibatkan dua reaksi kimia, satu dengan atom hidrogen dan satu dengan atom oksigen untuk memisahkan keduanya. Bahan berlapis nano baru ini memicu reaksi evolusi oksigen, yang mengontrol efisiensi keseluruhan dari seluruh proses pemisahan air,” kata Ziqi Sun.

Menurut Sun, feldspar berlapis kobalt sangat efisien dan mampu mengoptimalkan katalis baru yang dapat membuat mereka mengungguli logam mentah atau bahkan menyamai efisiensi superior logam platinum. Dia juga mengatakan aluminosilikat merupakan inert kimiawi, tetapi panas bisa menyebabkan kecacatan yang berguna untuk reaksi kimia dan transportasi elektron.

Dalam pandangannya, katalis baru berpotensi menurunkan biaya baterai lithium-ion dan solusi energi berkelanjutan lainnya yang mengandalkan konversi elektrokimia. Inilah sebabnya mengapa mereka sekarang mencari cara untuk menguji katalis pada skala percontohan.

“Melimpahnya aluminosilikat di Australia dan kesederhanaan proses modifikasi ini seharusnya membuat produksi skala industri katalis baru ini mudah dicapai. Perusahaan seperti Tesla berpotensi menggunakan teknologi ini untuk produksi energi, solusi penyimpanan energi canggih seperti teknologi baterai baru, dan bahan bakar terbarukan,” tambah Sun.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar