Detail Berita


Sukses Pionir B20 di Dunia, Indonesia Siapkan Road Test B30



Tanggal terbit: 23-07-2019

duniatambang.co.id - Berdasarkan siaran pers Kementerian ESDM Nomor 297.Pers/04/JSI/2019 tanggal 14 April 2019, Indonesia akan menerapkan tambahan bakar biodesel sebesar 30% (B30) untuk kendaraan darat. Indonesia dikenal sebagai pionir dalam penggunaan biodesel sebesar 20% (B20).

Baca juga: Presiden Rencanakan Bentuk Kementerian EBT, ESDM Siap-Siap Berbagi Porsi

Biodiesel adalah bahan bakar nabati (BBN) terbuat dari minyak nabati atau hewanI dengan melalui proses esterifikasi atau transesterifikasi. Bahan baku pembuatan biodesel berasal dari minyak kelapa sawit yang berupa ester metal asam lemak.

Biodiesel bermanfaat sebagai pengganti BBM jenis diesel atau solar. Minyak sawit sebenarnya dapat dipakai 100% untuk seluruh kendaraan diesel. Minyak sawit juga dapat dicampur dengan solar pada komposisi tertentu seperti 20% atau dikenal dengan B20. B20 berarti kombinasi 80% solar dan 20% minyak sawit.

Setelah sukses mengimplementasikan B20, pemerintah tengah merencanakan penerapan B30. Penerapan B30 ini akan melalui berbagai macam uji standar internasional. Adapun pihak-pihak yang ikut mengawal adalah Kementerian ESDM, BPPT, Aprobi, Gaikindo, dan Pertamina. Pengujian B30 ini diharapkan menunjukkan hasil yang positif agar penerapan B30 segera dapat dilakukan.

Produksi dan pemanfaatn biodiesel terus meningkat dari tahun ke tahun. Konsumsi domestik juga diharapkan meningkat dengan bakal diluncurkannya penerapan B30. Salah satu tujuan dari penerapan B30 ini adalah untuk mengurangi konsumsi energi tak terbarukan.

Berdasarkan kebijakan energi nasional, pemerintah membuat prioritas pengembangan energi nasional yang diutamakan adalah memaksimalkan penggunaan energi terbarukan. Pemerintah juga akan merencanakan untuk membentuk Kemneterian Energi Baru Terbarukan (EBT). Kemudian, prioritas selanjutnya adalah meminimalkan penggunaan minyak bumi dan mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi dan energi baru. Sementara untuk batubara akan dijadikan andalan pasokan energi nasional. Serta memanfaatkan nuklir sebagai pilihan yang terakhir. 

 

(MS)

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !