image

"Presiden Republik Indonesia Joko Widodo"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 17 September 2021 / 0 Komentar

Baterai LIstrik 

Jokowi Groundbreaking Pabrik Baterai Kendaraan Listrik, Target Beroperasi Mulai 2024

duniatambang.co.id - Groundbreaking atau peletakan batu pertama dilakukan Presiden Joko Widodo sebagai penanda dimulainya proyek pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat. Ini adalah proyek kerja sama antara pemerintah dengan Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution.

Pemerintah berharap dengan adanya kerja sama proyek pabrik baterai kendaraan listrik itu, Indonesia bisa keluar dari jerat negara eksportir bahan baku. Hal tersebut penting dilakukan di tengah transformasi era elektrifikasi, sehingga industri hilir bisa berjalan dengan semakin baik.

Baca juga: Desain Baru Baterai EV, Tak Pengaruhi Permintaan Lithium

Lewat pernyataan yang disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah Indonesia sangat berkomitmen untuk bisa memberikan dukungan atas pengembangan ekosistem industri baterai serta pengembangan kendaraan listrik dengan reformasi menyeluruh di sisi struktural. Pemerintah bisa memberikan kepastian hukum sekaligus kemudahan dalam hal pemberian perizinan ke depannya.

Proyek pabrik baterai kendaraan listrik ini berangkat dari penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah Indonesia, lewat Indonesia Battery Corporation (IBC) yang membentuk perusahaan joint venture guna memproduksi sel baterai untuk kendaraan listrik. Penandatanganan perjanjian joint venture itu dilaksanakan pada tanggal 28 Juli lalu.

Adapun pihak yang melakukan penandatangan tersebut adalah Presiden Hyundai Sung Hwan Cho, President LG Energy Solution Jong Hyun Kim dan pemerintah Indonesia yang dilakukan secara virtual. Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia, dan juga Presdir Indonesia Battery Corporation (IBC), Toto Nugroho.

Sebagai tindak lanjut penandatangan kerjasama itu, Hyundai dan LG menggelontorkan dana investasi sebesar USD1,1 miliar, yang dimasukkan dalam perusahaan joint venture. IBC sendiri merupakan perusahaan induk yang memiliki anggota antara lain, PT Indonesia Asahan Aluminium, PT Pertamina, PT PLN, PT Aneka Tambang dan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd.

Pembangunan pabrik tersebut ditargetkan bakal rampung pada semester pertama tahun 2023 mendatang, dan kegiatan produksi massal sel baterai kendaraan listrik bisa dilakukan satu tahun kemudian.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar