image

"Aluminium "
Sumber gambar: shutterstock.com

Dunia Tambang / 16 September 2021 / 0 Komentar

Mineral Aluminium 

Harga Aluminium Catat Rekor Tertinggi Selama 13 Tahun Terakhir

duniatambang.co.id - Harga komoditas aluminium pada 13 September 2021 diketahui mencatatkan rekor tertingginya sejak 13 tahun silam. Meroketnya harga aluminium tersebut diyakini akibat dari pasokan di Cina yang telah jatuh di titik terendah sejak bulan Desember tahun lalu.

Diketahui, harga aluminium global berada di angka USD2960 per ton. Harga tersebut mengalami kenaikan sebesar 1,19 persen jika dibandingkan dengan harga penutupan pada perdagangan di hari sebelumnya. Harga tersebut adalah yang paling tinggi sejak bulan Juni tahun 2008 silam.

Lebih lanjut, analis mengatakan bahwa pasokan aluminium Cina mengalami kendala karena pasokan listrik yang menurun dan juga permasalahan lingkungan yang menghambat kegiatan produksi di negeri Tirai Bambu itu. Selain itu, kondisi politik di Guyana juga memberikan sentimen negatif atas proyek bauksit baru yang terancam mengalami penundaan. Diketahui, pabrik itu nantinya akan memasok pabrik aluminium di Cina.

Saat ini, Guyana tercatat sebagai negara produsen bauksit nomor dua terbesar di dunia, berada satu peringkat di bawah Australia, dan bauksit menjadi bahan dasar untuk memproduksi aluminium.

Mayoritas bauksit yang dihasilkan oleh Guyana dijual ke Cina, sehingga masalah pengiriman bauksit dari Guyana itu diyakini akan memberikan dampak sangat besar atas kegiatan produksi aluminium di Cina. Analis menilai ada sekitar lebih dari 1 juta ton produksi aluminium di tahun ini yang bakal terdampak.

Sementara itu, cadangan aluminium yang disimpan di gudang Shanghai Futures Exchange, jumlahnya juga diketahui mengalami penurunan. Jumlah cadangannya hanya tinggal 228.529 ton, di mana jumlah cadangan sebanyak itu adalah yang paling rendah sejak bulan Desember 2020. Sementara untuk cadangan aluminium di gudang London Metal Exchange, diketahui mengalami penurunan sebesar 11,6 persen dari periode bulan September 2020 sampai September 2021. Jumlahnya diketahui hanya sebesar 1,33 juta ton.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Umar RP.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar