image

"Kantor Pusat PT Bukit Asam Tbk"
Sumber gambar: ptba.co.id

Dunia Tambang / 9 September 2021 / 0 Komentar

Batubara PTBA 

Semester I-2021, Laba Bersih Bukit Asam Naik 38 Persen

duniatambang.co.id - Sepanjang semester pertama tahun 2021 ini, emiten batubara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mampu mencatat kinerja yang apik. Tercatat, perusahaan tersebut mampu mencetak laba bersih Rp1,77 triliun, di mana jumlah itu mengalami kenaikan sebesar 38,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode sebelumnya, Bukit Asam membukukan laba bersih sebesar Rp1,28 triliun.

Berdasarkan catatan tersebut, laba untuk setiap saham dasar Bukit Asam pada semester pertama tahun ini, mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp115 menjadi Rp159. Adapun, meningkatnya laba bersih perusahaan ini disebabkan oleh meningkatnya pendapatan perusahaan sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Baca juga: Minta Perbaiki Skema Kontrak, Pemerintah Tegaskan Komitmen Pemenuhan Pasokan Batubara ke PLN

Diketahui, pendapatan bersih Bukit Asam tercatat sebesar Rp10,29 triliun dan jumlah ini mengalami kenaikan sebanyak 14,2 persen dibandingkan pendapatan bersih pada semester pertama di tahun lalu sebesar Rp9 triliun.

Bukit Asam menjelaskan secara terperinci pendapatan bersih perusahaan yang mayoritas berasal dari penjualan komoditas batu bara yang jumlahnya mencapai Rp10,14 triliun. Kemudian juga pendapatan dari pihak berelasi yang jumlahnya sebesar Rp4,58 triliun dan pihak ketiga sebesar Rp5,30 triliun.

Di sisi lain, naiknya pendapatan perusahaan itu juga pada akhirnya berdampak pada beban yang ditanggung Bukit Asam. Dijelaskan juga bahwa beban pokok pendapatan perusahaan mengalami kenaikan sebesar 4,36 persen, dari yang awalnya sebesar Rp6,42 triliun menjadi Rp6,74 triliun.

Kemudian, kenaikan juga terjadi pada beban penjualan dan pemasaran. Dilaporkan, kenaikan beban penjualan dan pemasaran Bukit Asam sebesar 32,25 persen. Di mana sebelumnya Rp341,84 miliar, naik menjadi Rp451,78 miliar. Di sisi lain, beban umum dan administrasi mengalami penurunan sebesar 3,5 persen, di angka Rp838,54 miliar.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Umar RP.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar