Loading...
image

"Aluminium "
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 8 September 2021 / 0 Komentar

International Mineral 

Harga Aluminium Meroket, Dampak Kudeta di Guinea?

duniatambang.co.id - Harga aluminium global mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada beberapa hari terakhir. Rekor tertinggi sampai saat ini terjadi pada penutupan perdagangan hari Senin, 6 September 2021. Harga aluminium di London Metal Exchange mencapai USD2.775,5 per ton, yang merupakan harga tertinggi selama satu dekade terakhir.

Diberitakan bahwa faktor utama yang mendorong melambungnya harga aluminium itu adalah dikarenakan gejolak politik yang dialami Guinea. Negara itu saat ini sedang dilanda konflik, yang berujung pada terjadinya kudeta pemerintahan. Selama ini, negara tersebut merupakan supplier utama dari komoditas aluminium global.

Kondisi terakhir, pasukan militer Guinea berhasil mengambil alih kursi pemerintahan dan kemudian memblokir akses perbatasan, baik dari darat dan udara. Disrupsi diyakini akan terjadi dan semakin parah.

Kudeta dan kondisi politik yang sangat tidak stabil itu pada akhirnya memicu kekhawatiran dunia internasional, khususnya terkait keberadaan pasokan aluminium. Banyak pihak yang kemudian berpikir aluminium akan menjadi langka, sehingga harganya pun melambung tinggi.

Selama ini Guinea menjadi negara kedua sebagai supplier bauksit, berada di bawah Australia. Hasil produksi mereka dikirim ke Cina, yang menjadi produsen aluminium terbesar di dunia.

Sebelum kondisi politik di Guinea memburuk, harga komoditas aluminium sendiri sudah mengalami kenaikan yang berlanjut, dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Sentimennya adalah membaiknya permintaan aluminium secara global, serta adanya pengurangan produksi akibat kebijakan pemerintah Cina. Harga aluminium pun terus bergerak naik.

Tidak hanya kelangkaan pasokan aluminium yang dikhawatirkan secara langsung oleh pasar internasional, tetapi juga dampak beruntun yang ditimbulkan. Para pengamat menilai, kondisi tersebut bisa berimbas pada kenaikan harga komoditas lainnya. Sebab, aluminium telah menjadi komponen pokok sejumlah komoditas dan produk yang dibutuhkan.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Umar RP.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar