Loading...
image

"Ilustrasi PLTU Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 7 September 2021 / 0 Komentar

Energi PLTU 

Pembangunan PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 Telah Mencapai 90 Persen

duniatambang.co.id - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumsel-8, masih terus digenjot pengerjaannya oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Pembangkit listrik dengan nilai proyek mencapai USD1,68 miliar tersebut setelah rampung, ditargetkan memiliki kapasitas energi listrik sampai dengan 2x620 megawatt.

Pihak Bukit Asam menjelaskan bahwa sampai sekarang, progress-nya telah mencapai 90 persen. Pihaknya berharap pembangkit listrik itu bisa mulai dioperasionalkan secara maksimal di kuartal pertama tahun 2022 mendatang.

Lebih lanjut, Bukit Asam menerangkan bahwa PLTU Mulut Tambang itu akan menjadi yang paling besar di Asia Tenggara, terlebih teknologi yang digunakan adalah teknologi yang ramah lingkungan, yang mampu menghasilkan emisi karbon dalam jumlah minimal. Dengan demikian, pihak Bukit Asam pun tidak berencana untuk memasang fasilitas carbon capture di pembangkit listrik tersebut.

Sebelumnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) memiliki rencana untuk tidak lagi memanfaatkan keberadaan PLTU terhitung mulai tahun 2060 nanti. Namun menurut Bukit Asam, rencana PLN itu dinilai tidak akan memiliki dampak yang signifikan terhadap proyek PLTU Mulut Tambang yang sedang digarap. Salah satu alasannya, adalah rencana PLN itu masih sangat lama, yakni 40 tahunan lagi.

Berbicara soal diversifikasi, Bukit Asam tidak hanya bertumpu pada proyek PLTU Mulut Tambang semata. Perusahaan juga memiliki strategi diversifikasi lain, yakni gasifikasi batu bara untuk Dimethyl Ether (DME) yang juga telah dicanangkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Proyek gasifikasi yang akan digarap di wilayah Tanjung Enim, Sumatera Selatan itu ditargetkan mampu menghasilkan 1,4 DME untuk setiap tahunnya, selama 20 tahun. Harapannya, dengan keberadaan proyek gasifikasi DME itu, negara bisa mengurangi kebutuhan impor LPG lebih dari 1 juta ton setiap tahunnya.

Selain proyek gasifikasi batu bara jadi DME, Bukit Asam juga menggarap proyek lain yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dibangun di lahan bekas tambang di Ombilin, Sumatera Barat, Tanjung Enim di Sumatera Selatan dan Bantuan di Kalimantan Timur. Proyek PLTS itu pun saat ini juga sedang dalam tahap pembahasan bersama pihak PLN, agar bisa menjadi Independent Power Producers (IPP). Adapun targetnya adalah pada tahun 2022 mendatang.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Umar RP.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar