Loading...
image

"Penambangan batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 6 September 2021 / 0 Komentar

Batubara Emiten 

Semester II 2021, Bagaimana Prediksi Kinerja Emiten Batubara?

duniatambang.co.id - Kenaikan harga batubara global berdampak pada kinerja sejumlah emiten tambang yang juga menjadi semakin solid. Pada semester pertama tahun 2021, beberapa emiten tambang batu bara seperti PT Bukit Asam Tbk, PT Adaro Energy Tbk, PT United Tractors Tbk dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk mengalami kenaikan pendapatan dan juga laba bersih.

Kinerja Indo Tambangraya Megah sepanjang semester pertama tahun 2021 dinilai berada di atas ekspektasi. Lebih lanjut pada kuartal kedua 2021, realisasi harga jual rata-rata Indo Tambangraya Megah begitu meyakinkan yang mendapatkan dorongan dari harga rata-rata batu bara Newcastle yang berada lebih dari USD100 ribu per ton, yang naik 90 persen secara year-on-year.

Meskipun pada kuartal ketiga 2021 produksi batu bara secara global akan mengalami peningkatan, hal tersebut tidak akan menurunkan permintaan. Kondisi yang demikian inilah yang akan membuat harga batu bara Newcastle masih berada di level cukup tinggi, yang diproyeksi masih akan terus berlanjut pada semester kedua 2021.

Salah satu penyebab dari kondisi tersebut adalah permintaan dari Cina yang masih sangat membutuhkan pasokan batu bara termal, untuk konsumsi listrik yang juga terus meningkat. Adapun, konsumsi listrik yang terus meningkat itu dikarenakan cuaca dingin dan kering.

Di lain pihak, India juga masih terus terdampak oleh isu lingkungan yang membuat produksi batu bara mereka akan mengalami tekanan, sehingga India masih memerlukan pasokan impor batu bara yang tinggi.

Oleh karena beberapa faktor di atas, sektor batu bara mendapatkan rating overweight. Meski untuk jangka panjang nantinya akan ada penurunan permintaan akibat kebijakan soal energi terbarukan, untuk pasar batu bara di Indonesia masih sangat potensial.

Untuk saham yang direkomendasikan, para analis akan lebih condong kepada Indo Tambangraya Megah. Sebab perusahaan tersebut memiliki fokus pada bisnis batu bara termal. Di sisi lain, Indo Tambangraya Megah juga memiliki porsi ekspor terbesar jika dibandingkan dengan emiten lain di sektor batu bara.

Menyusul Indo Tambangraya Megah, para analis selanjutnya merekomendasikan Bukit Asam, dan Adaro Energy.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar