Detail Berita


Stop Korban Tambang, Simak Good Mining Practice Berdasarkan Regulasi Ini



Tanggal terbit: 22-07-2019

duniatambang.co.id - Tidak dipungkiri kerusakan lingkungan masih menjadi masalah utama akibat pertambangan yang ‘nakal’. Perilaku pengelola tambang yang meninggalkan lahan bekas tambang tanpa adanya pascatambang mengakibatkan pencemaran lingkungan. Tidak jarang, lahan bekas tambang ini mengganggu aktivitas di sekitar lokasi tambang bahkan dapat menimbulkan korban jiwa, terutama menimpa anak-anak.

Baca juga: Hati-Hati Tambang Ilegal Bisa Buat Nyawa Melayang, Ini Buktinya

Setelah tambang tidak produktif, seharusnya pengelola tambang sudah menyusun rencana untuk pembangunan berkelanjutan di lokasi sekitar tambang, terutama kelanjutan ekonomi masyarakat dan mengembalikan alih fungsi lahan. Upaya ini disebut dengan good mining practice.

Good mining practice diatur dalam regulasi pertambangan pada:

  1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Petambangan Mineral dan Batubara
  2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2010 Tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara
  3. Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2018 Tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik dan Pengawasan Mineral dan Batubara

Dengan melihat aspek yang tercantum dalam UU Nomor 4 Tahun 2009, good mining practice bukan hanya semata tentang menata tambang menjadi rapi, tetapi juga sangat memperhatikan aspek K3, lingkungan, dan sustainable mining.

Pasal 95 UU Nomor 4 Tahun 2009 menyatakan bahwa pemegang IUP dan IUPK wajib menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik. Kemudian pada Pasal 96 UU tersebut, dalam penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik, pemegang IUP dan IUPK wajib melaksanakan aspek-aspek sebagai berikut.

  1. Ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan
  2. Keselamatan operasi pertambangan
  3. Pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan, termasuk kegiatan reklamasi dan pascatambang
  4. Upaya konservasi sumber daya mineral dan batubara
  5. Pengelolaan sisa tambang dari suatu kegiatan usaha pertambangan dalam bentuk padat, cair, atau gas sampai memenuhi standar baku mutu lingkungan sebelum dilepas ke media lingkungan.

Permen Nomor 26 Tahun 2018 mengatur lebih lanjut PP Nomor 55 Tahun 2010 dalam hal kaidah pertambangan yang baik. Pasal 3 Permen 26 Tahun 2018 menjelaskan bahwa pemegang IUP Eksplorasi, IUPK Eksplorasi, IUP Operasi Produksi, dan IUPK Operasi Produksi dalam setiap tahapan kegiatan Usaha Pertambangan wajib melaksanakan kaidah pertambangan yang baik.  Kaidah teknik pertambangan yang baik meliputi pelaksanaan aspek:

  1. Teknis pertambangan
  2. Konservasi Mineral dan Batubara
  3. Keselamatan dan kesehatan kerja pertambangan
  4. Keselamatan operasi pertambangan
  5. Pengelolaan lingkungan hidup pertambangan, Reklamasi, dan Pascatambang, serta Pascaoperasi
  6. Pemanfaatan teknologi, kemampuan rekayasa, rancang bangun, pengembangan, dan penerapan teknologi pertambangan

Good mining practice memberikan pengaruh yang besar terhadap industri pertambangan. Dengan diterapkannya good mining practice, suistainable mining dapat terwujud mengingat sumber daya energi fosil yang tidak dapat diperbaharui. Kemudian nanti, meski tambang tidak beroperasi manfaat dari penambangan yang telah dilakukan tetap dapat dirasakan.

Good mining practice perlu terus dikaji dan dikembangkan agar dapat terus beradaptasi  pada kegiatan usaha pertambangan masa kini. Melalui Good mining practice, penambangan dapat dilaksanakan dengan aman, produktif, efektif,  dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

(MS)

Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !