Loading...
image

"penambangan nikel"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 9 August 2021 / 0 Komentar

Smelter Harum Energy Nikel 

Harum Energy Kembali Borong Saham Perusahaan Smelter Nikel

duniatambang.co.id - Langkah ekspansi ke sektor tambang rupanya sangat diseriusi oleh PT Harum Energy Tbk. Hal tersebut diketahui karena perusahaan pada tanggal 30 Juli lalu telah melakukan pembelian sebanyak lebih dari 256 ribu saham baru PT Infei Metal Industry (IMI). Pembelian saham tersebut dilakukan lewat anak usaha Harum Energy yakni PT Tanito Harum Nickel.

Baca juga: Harum Energy Targetkan Operasional Tambang Nikel Baru di Semester II 2022

Dengan jumlah saham baru tersebut, perusahaan menambah sebanyak 14,7 persen saham dari yang telah dimiliki sebelumnya. Dengan demikian, kepemilikan saham Tanito Harum Nickel di Infei Metal Industry menjadi 39,2 persen.

Pembelian saham tersebut dilaporkan pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia dengan besaran nilai transaksi sebesar USD41,16 juta.

Pihak Harum Energy mengatakan bahwa penambahan saham tersebut ditujukan guna meningkatkan kepemilikan saham di kegiatan usaha pengolahan dan pemurnian nikel. Mereka juga menjelaskan bahwa pembelian saham tersebut tidak memiliki dampak apa pun atas kegiatan operasional, hukum kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perusahaan.

Adapun modal dari pembelian saham tersebut berasal dari kombinasi kas internal Tanito Harum Nickel dan secara tidak langsung juga berasal dari fasilitas pinjaman bank sindikasi yang terdiri dari Bank UOB, OCBC, DBS dan Bank BTPN.

Sebagai informasi, pada bulan Februari 2021 lalu, Harum Energy melakukan pembelian saham Infei Metal Industri sebanyak 259.603 lembar saham atau sebanyak 24,5 persen dari total yang dikeluarkan, dengan nilai transaksi sebesar USD68.6 juta.

Infei Metal Industry sendiri merupakan perseroan terbatas berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang smelter atau pemurnian nikel. Diharapkan nantinya pembelian saham ini tidak hanya akan menambah besaran kepemilikan saham, tetapi juga meningkatkan fokus perusahaan dalam pertambangan nikel yang dinilai memiliki prospek cerah di masa mendatang.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar