image

"bongkahan mineral aluminium"
Sumber gambar: shutterstock.com

Dunia Tambang / 4 August 2021 / 0 Komentar

Mineral Aluminium 

Industri Aluminium Hadapi Tantangan Besar Dekarbonasi

duniatambang.co.id - Laporan terbaru dari Wood Mackenzie menganalisis mengenai tantangan dan peluang yang akan dihadapi alumunium di masa mendatang. Meningkatnya pasokan dan transmisi energi rendah karbon akan mengkonsumsi sebagian besar aluminium primer serta alumina dan bauksit terkait.

Meskipun analisa tersebut menunjukkan prospek yang cerah, analis mengatakan bahwa peran logam dalam ekonomi hijau bisa diredam oleh fakta bahwa industri juga harus mampu mengamankan energi rendah karbon, yang dengan sendirinya memerlukan penggunaan aluminium rendah karbon di antara logam lainnya.

Dari laporan tersebut menunjukkan bahwa industri aluminium menyumbang sekitar 2,6 persen dari emisi gas rumah kaca global pada tahun 2020, di antaranya 70 persen berasal dari Cina. Dalam pandangan Wood Mackenzie, sumber daya dekarbonasi menawarkan peluang terbesar untuk pengurangan emisi di industri aluminium.

Karena cradle-to-gate menyumbang 22 persen dari total emisi gas rumah kaca aluminium primer, dengan batu bara menyumbang 68 persen dari pasokan energi, WoodMac yakin bahwa apabila industri pemurnian alumina beralih ke gas, akan bisa menghasilkan 26 persen pengurangan emisi.

Ini adalah solusi yang sangat penting mengingat bahwa emisi cakupan aluminium 2, atau emisi langsung dari listrik akan meningkat selama beberapa dekade mendatang. Hal ini mencerminkan konsentrasi ekspansi di wilayah Asia, di mana sumber listrik berbasis batu bara akan terus mendominasi.

Sebaliknya, cakupan aluminium 1 atau emisi langsung dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan, diperkirakan akan turun sebanyak 10 persen karena produsen mulai memperkenalkan smelter yang lebih efisien ke global, melakukan peralihan sumber daya secara terbatas dan mendorong efisiensi karbon.

Namun, jika dilihat secara keseluruhan, emisi industri bisa meningkat sampai dengan 15 persen dalam 10 tahun ke depan, yang didukung oleh ekspansi produksi primer yang signifikan. Produksi primer ini sebagian besar akan didorong oleh kebutuhan transisi energi.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Faris Primaydha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar