Loading...
image

"pemuatan bahan galian ke dalam alat angkut"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 3 August 2021 / 0 Komentar

UNTR INDY 

INDY dan UNTR Kompak Catatkan Perbaikan Kinerja di Semester Pertama

duniatambang.co.id - Catatan kinerja positif berhasil dicapai oleh sejumlah emiten tambang pada periode semester pertama tahun 2021 ini. Di antaranya adalah PT Indika Energy Tbk (INDY) dan juga PT United Tractors (UNTR).

Dari laporan keuangan yang disampaikan, Indika Energy mencatatkan laba bersih USD12 juta pada semester pertama 2021, yang jauh lebih baik dari periode yang sama di tahun lalu. Diketahui, sepanjang semester pertama tahun 2020, Indika Energy mengalami kerugian mencapai USD21,91 juta.

Adapun perbaikan yang dialami Indika Energy ini tidak lepas dari meningkatnya pendapatan yang dihasilkan perusahaan. Peningkatan pendapatannya naik sampai 14,1 persen yakni dari USD1,12 miliar di tahun lalu menjadi USD1,28 miliar. Secara lebih terperinci, pendapatan Indika Energy tersebut berasal dari pendapatan kontrak dan jasa tambang senilai USD235,17 juta, penjualan komoditas batu bara sebesar USD1,03 miliar dan pendapatan dari bisnis lainnya sebesar USD19,50 juta.

Sampai dengan bulan Juni 2021, jumlah aset yang dimiliki perusahaan nilainya mencapai USD3,59 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari liabilitas yang besarnya mencapai USD2,70 miliar dan ekuitas sebesar USD888,18 juta.

Sementara itu United Tractors juga melaporkan capaian kinerja positif selama semester pertama tahun 2021 ini. Pendapatan bersih konsolidasi nilainya diketahui mencapai Rp37,3 triliun yang mengalami kenaikan 12 persen jika dibandingkan pada semester pertama tahun lalu yang jumlahnya sebesar Rp33,19 triliun.

Lebih lanjut, hampir semua segmen usaha yang dimiliki United Tractors mencatatkan kinerja yang positif, hanya segmen konstruksi PT Acset Indonusa yang mendapatkan rapor merah.

Perusahaan merinci sampai dengan bulan Juni 2021, besaran penjualan alat berat dilaporkan sebanyak 1.361 unit, di mana jumlah ini naik sebesar 60 persen dibandingkan periode tahun lalu yang sebesar 853 unit.

United Tractors menerangkan bahwa peningkatan penjualan alat berat tersebut dikarenakan penguatan harga komoditas pertambangan, terlebih adanya efek pengalihan dari bulan Mei dikarenakan adanya libur Lebaran.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar