Loading...
image

"Ilustrasi uang kertas dan koin"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 3 August 2021 / 0 Komentar

KPC 

Kapuas Prima Coal Alokasikan Pinjaman Dari Bank Mandiri Untuk Genjot Produksi

duniatambang.co.id - PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit dari Bank Mandiri sebanyak USD96 juta dan fasilitas tambahan pinjaman non-cash sebesar USD14 juta pada akhir Juni kemarin. Perusahaan menjelaskan bahwa dana tersebut akan dialokasikan untuk kebutuhan investasi infrastruktur pertambangan. Hal ini sejalan dengan rencana Kapuas Prima Coal yang berencana meningkatkan kapasitas produksi mencapai 30 persen atau sekitar 564 ribu ton konsentrat.

Lebih lanjut, perincian dari perjanjian kredit itu adalah untuk refinancing sebesar USD23,4 juta, modal kerja sebesar USD10,9 juta, dan belanja modal sebesar USD36,65 juta. Sementara sisa dari dana pinjaman dari Bank Mandiri itu akan digunakan untuk pembangunan smelter yang nilainya mencapai USD25 juta.

Direktur Utama Kapuas Prima Coal yakni Harjanto Widjaja menerangkan bahwa belanja modal yang dianggarkan sebanyak USD36,65 juta itu mayoritas akan digunakan untuk investasi infrastruktur pertambangan untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan jangka waktu dekat dan menengah. Kebutuhan tersebut dikatakan telah sesuai dengan rencana penggunaan dana yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Lebih lanjut mengenai strategi yang akan diambil untuk meningkatkan produksi itu adalah dengan melaksanakan kegiatan penambangan bawah tanah. Nantinya perusahaan akan memperluas dan memperpanjang jaringan underground agar bisa menuju ore deposit yang telah ditargetkan lokasinya.

Sementara itu untuk belanja modal akan digunakan untuk melakukan pembelian alat berat guna menunjang pengambilan ore deposit serta meningkatkan kecepatan pengambilan ore serta pemrosesannya. Dilaporkan hingga kuartal pertama tahun 2021 ini, Kapuas Prima Coal sudah membeli setidaknya 25 alat berat. Adapun kegiatan pembelian alat berat itu menghabiskan dana sampai dengan USD3 juta.

Lalu dari target peningkatan produksi sebanyak 564 ribu ton konsentrat itu, pihaknya berharap bisa menghasilkan seng sebanyak 46 ribu ton, dan timbal sebanyak 17.500 ton untuk tahun ini.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar