Loading...
image

"Aktivitas alat berat di site pertambangan batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 30 July 2021 / 0 Komentar

Batubara Energi 

Umur Cadangan Batubara Ditaksir Hingga 65 Tahun, Pemerintah Dorong Penggunaan Teknologi Bersih

duniatambang.co.id - Batubara merupakan salah satu sumber energi yang masih menjadi primadona untuk kawasan Asia Pasifik karena terjangkau dan murah. Pemerintah terus berupaya melakukan peningkatan dalam aktivitas produksi dan pengelolaan batubara. Ridwan Djamaluddin, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam Webinar “Masa Depan Batubara dalam Bauran Energi Nasional”, pada Senin (26/7/2021), menyatakan bahwa Indonesia memiliki cadangan batubara sebesar 38,84 miliar ton, yang setara dengan 65 tahun jika dihitung rata-rata produksi batubara sebesar 600 juta ton per tahun. Umur tersebut dihitung dengan asumsi tidak ada temuan cadangan baru.

Seperti dilansir dari web resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, selain cadangan batubara, Indonesia sendiri juga memiliki sumber daya batubara mencapai 143,7 miliar ton yang sebagian besar tersebar di Kalimantan dan Sumatera.

Ridwan juga menjelaskan bahwa Kalimantan menyimpan 62,1% dari total potensi cadangan dan sumber batubara, atau sekitar 88,31 miliar ton untuk sumber daya dan 25,84 miliar ton untuk cadangan batubara. Sedangkan Sumatera memiliki sumber daya sebesar 55,08 miliar ton dan cadangan batubara sebesar 12,96 miliar ton. Karena jumlah batubara yang besar inilah, Indonesia masih mengandalkan batubara sebagai sumber energi yang terjangkau.

Tahun ini, pemerintah menargetkan produksi batubara mencapai 625 juta ton, dengan target kebutuhan batubara dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) dapat mencapai 137,5 juta ton. Sedangkan pada tahun lalu, produksi batubara Indonesia hanya berada pada angka 558 juta ton, dan 134 juta ton dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Melimpahnya sumber daya batubara ini, mendorong pemerintah dalam penggunaan teknologi berbasis energi bersih. Upaya ini juga sejalan dengan langkah menakan penurunan emisi gas rumah kaca. Ridwan juga menambahkan bahwa dari total 1.262 Giga Ton emisi CO2 yang dihasilkan di Indonesia, sebanyak 35% berasal dari pembangkit listrik batubara.

 "Salah satu upaya Pemerintah saat ini adalah mendorong agar batubara dimanfaatkan dengan tetap memperhatikan lingkungan. Kita selalu berusaha menggunakan teknologi batubara dengan cara yang lebih bersih," tegas Ridwan.

Menurut Ridwan, terdapat dua tantangan yang dihadapi Indonesia, yaitu penguasaan teknologi dan menciptakan skala keekonomian. Hal ini dapat dilihat dari adanya berbagai proyek hilirisasi batubara yang belum sesuai dengan ekspektasi.

Maka dari itu, dalam mendorong upaya pengelolaan sumber energi yang bersih, pemerintah kini melirik teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) yang diyakini akan mengurangi emisi CO2 akibat pembakaran batubara. Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh PLN dan World Bank tahun 2015, teknologi CCUS secara teknis layak untuk dikembangkan di Indonesia.

 

Penulis: Yuniar Novianti

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar