Loading...
image

"Stockpile Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 27 July 2021 / 0 Komentar

Energi Bukit Asam 

Target Bukit Asam Bertransformasi Jadi Perusahaan Energi Lima Tahun Lagi

duniatambang.co.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengungkapkan target jangka panjang perusahaan dalam lima tahun ke depan. Target tersebut adalah mengubah Bukit Asam menjadi perusahaan energi di tahun 2026, dan ini telah menjadi bagian dari visi perusahaan. Agar target jangka panjang itu tercapai, Bukit Asam mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi.

Pihak Bukit Asam menjelaskan bahwa untuk periode tahun 2021 sampai 2026, telah dicanangkan perusahaan sebagai tahapan awal untuk menuntaskan visi jangka panjang tersebut. Adapun ciri dari keberhasilan pencapaian target itu adalah bahwa pendapatan utama perusahaan akan berasal dari komoditas energi.

Untuk saat ini, pendapatan perusahaan masih disumbang 100 persen berasal dari bisnis komoditas batu bara, dan tahun 2026 nanti sebanyak 40 sampai 60 persen harus sudah berasal dari bisnis energi.

Salah satu strategi yang akan diambil perusahaan untuk mewujudkan visi jangka panjang tersebut adalah dengan mengirimkan sejumlah karyawan dari kalangan milenial yang dimiliki perusahaan, untuk menimba ilmu ke luar negeri. Selanjutnya, Bukit Asam akan merekrut para profesional yang telah terbukti kiprahnya di bidang energi, yang diharapkan nanti dapat menurunkan ilmunya dengan karyawan lain.

Saat ini Bukit Asam sudah memiliki sejumlah proyek yang bisa dijadikan percontohan energi terbarukan. Di antaranya seperti proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang bekerja sama dengan pihak Angkasa Pura, serta sejumlah proyek PLTS lain yang saat ini dalam tahap persiapan pembangunan. Ini adalah proyek utama pertama yang akan dilaksanakan perusahaan dalam bisnis energi.

Bukit Asam begitu memahami bahwa masa dari penggunaan energi fosil telah menuju akhir, dan banyak kalangan internasional yang menyuarakannya. Pihaknya mengaku tidak akan tertarik dengan bisnis batu bara lagi, meskipun saat ini harganya sedang meroket dan banyak perusahaan di wilayah Asia Tenggara sedang berlomba membangun pembangkit batu bara.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar