Loading...
image

"Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 25 July 2021 / 0 Komentar

Batubara 

Belum Capai Target, Realisasi Produksi Batubara Semester Pertama 2021 Sebesar 286 Juta Ton

duniatambang.co.id - Sebanyak 286 juta ton batu bara telah diproduksi emiten tambang Tanah Air sampai dengan semester pertama tahun 2021 ini. Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), produksi sebesar itu masih 45,76 persen dari target yang ditetapkan sebelumnya yakni sebanyak 625 juta ton batu bara.

Adapun jumlah itu sebenarnya telah melewati 50 persen dari target yang awalnya ditetapkan sebesar 550 juta ton. Namun karena tahun ini target produksi batu bara ditambah menjadi 625 juta ton, pemerintah perlu melakukan perbaikan neraca perdagangan. Diketahui sebanyak 138 juta dari target produksi batu bara itu, akan digunakan untuk DMO dan sisanya untuk ekspor.

Kementerian ESDM mengatakan belum tercapainya produksi batubara itu salah satunya karena disebabkan oleh masalah cuaca. Sejumlah produsen batubara, khususnya yang ada di Kalimantan Selatan mengeluhkan kondisi tanahnya masih basah. Hal tersebut membuat produksi batu bara terganggu.

Sementara itu, sejumlah perusahaan tambang batu bara lainnya mengaku mengalami kesulitan untuk bisa mendapatkan alat berat untuk kegiatan operasional. Rencana untuk melakukan peningkatan produksi pun tidak bisa dilakukan sesegera mungkin.

Pihak Kementerian ESDM cukup menyayangkan adanya permasalahan yang membuat produksi batu bara menjadi terganggu. Pasalnya, saat ini harga batu bara sedang moncer, yakni berada di atas USD115 per ton. Kemudian PLN dan juga ekspor ke Cina juga sedang membutuhkan banyak sekali pasokan batubara.

Bukan tinggal diam, Kementerian ESDM pun berupaya memberikan sejumlah dukungan seperti memfasilitasi proses pengurusan izin maupun kegiatan operasional dan produksi perusahaan penambangan batu bara.

Proses revisi Rencana Kerja Anggaran Belanja (RKAB) pun dikebut ESDM agar perusahaan batu bara yang selama ini berupaya mengajukan peningkatan produksi, proses pengurusannya bisa lebih cepat untuk kemudian mengantongi izin.

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar